Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Studi Terbaru Yakini Morning Sickness Pertanda Kemungkinan Besar Bunda Hamil Anak Perempuan

Studi Terbaru Yakini Morning Sickness Pertanda Kemungkinan Besar Bunda Hamil Anak Perempuan

studi-terbaru-yakini-morning-sickness-pertanda-kemungkinan-besar-bunda-hamil-anak-perempuan
Studi Terbaru Yakini Morning Sickness Pertanda Kemungkinan Besar Bunda Hamil Anak Perempuan
service

Jakarta

Selama ini beredar anggapan bahwa morning sickness selama awal kehamilan merupakan pertanda sedang mengandung anak perempuan. Sebuah studi pun menemukan adanya hubungan antara mual dan muntah saat hamil dengan jenis kelamin janin perempuan.

Analisis terhadap data dalam jumlah besar memberikan bukti yang mendukung adanya hubungan antara morning sickness dan kehamilan dengan janin perempuan. Namun, ini bukan berarti mual dan muntah dapat digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi.

Morning sickness lebih sering dialami ibu hamil anak perempuan?

Morning sickness saat hamil menandakan mengandung anak perempuan ternyata bukan hanya mitos. Melansir Motherly, analisis terbaru terhadap lebih dari 1,8 juta catatan gejala dari aplikasi kehamilan What to Expect menemukan bahwa ibu yang mengandung janin perempuan secara statistik lebih mungkin mengalami mual atau muntah dibandingkan ibu yang mengandung janin laki-laki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 67 gejala kehamilan yang dipantau, mual dan muntah menunjukkan perbedaan statistik paling mencolok berdasarkan jenis kelamin janin. Perbedaannya sekitar 3,2 poin persentase.

Ini artinya, ibu yang mengandung bayi perempuan memang memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi mengalami mual atau muntah. Namun, selisih tersebut cukup kecil sehingga morning sickness tetap tidak dapat dijadikan cara yang akurat untuk memprediksi jenis kelamin bayi.

Hal menarik lainnya adalah cara data tersebut dikumpulkan. Peserta mencatat gejala yang dialami secara langsung melalui aplikasi pada awal kehamilan, ketika mereka belum mengetahui jenis kelamin janinnya.

Kondisi tersebut membantu mengurangi kemungkinan bias yang dapat terjadi ketika peserta atau peneliti sudah mengetahui jenis kelamin bayi terlebih dahulu. 

Mengapa hamil anak perempuan mungkin lebih sering mengalami morning sickness?

Salah satu penjelasan yang mungkin berkaitan dengan temuan tersebut adalah hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi selama kehamilan dan menjadi salah satu hormon yang dideteksi oleh tes kehamilan.

Peningkatan kadar hCG diketahui berkaitan dengan munculnya mual dan muntah pada awal kehamilan. Penelitian terhadap 1.682 ibu hamil juga menemukan bahwa kadar hCG yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat mual dan muntah yang lebih tinggi.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya perbedaan kadar hCG berdasarkan jenis kelamin janin pada fase tertentu dalam kehamilan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica menemukan bahwa kadar hCG pada trimester ketiga meningkat pada kehamilan dengan janin perempuan, sementara pada kehamilan dengan janin laki-laki kadarnya cenderung menurun.

Namun, hubungan tersebut tidak sesederhana bahwa kadar hCG yang tinggi berarti bayi perempuan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Taiwan Journal of Obstetrics and Gynecology pada 2019 justru menemukan bahwa kadar hCG awal pada ibu hamil dengan janin laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan janin perempuan setelah transfer blastokista tunggal.

Karena itu, hubungan antara hCG, morning sickness, dan jenis kelamin janin masih cukup kompleks. Kadar hCG maupun morning sickness tidak dapat digunakan sebagai pemeriksaan untuk menentukan jenis kelamin janin.

Morning sickness tidak selalu berarti hamil anak perempuan

Meski penelitian menemukan adanya hubungan secara statistik, bukan berarti setiap ibu yang mengalami morning sickness pasti mengandung bayi perempuan.

Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum terjadi pada awal kehamilan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain perubahan hormon, kondisi tersebut juga berkaitan dengan perubahan tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Karena itu, ibu yang mengandung bayi laki-laki juga sangat mungkin mengalami morning sickness. Sebaliknya, tidak semua ibu yang mengandung bayi perempuan akan mengalami mual dan muntah yang berat.

Bahkan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat mual dan muntah selama kehamilan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia ibu, kecenderungan seseorang mengalami mual, serta jumlah kehamilan sebelumnya.

Morning sickness berat perlu diperhatikan

Pada awal kehamilan, umumnya keluhan yang dialami para Bunda adalah morning sickness. Namun, mual dan muntah yang sangat berat hingga membuat ibu sulit makan atau minum tidak boleh dianggap sebagai sekadar tanda kehamilan yang sehat.

Mual dan muntah yang berat dapat berkembang menjadi hyperemesis gravidarum, terutama jika disertai dehidrasi, penurunan berat badan, atau kesulitan mempertahankan asupan makanan dan cairan.

Untuk itu, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika muntah terus-menerus atau tidak mampu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi.

Jadi, benarkah morning sickness pertanda bayi perempuan?

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan secara statistik antara morning sickness dan kehamilan dengan janin perempuan. Penelitian terbaru dalam skala besar juga semakin mendukung pengamatan tersebut.

Namun, hubungannya relatif kecil sehingga tidak dapat digunakan untuk memastikan apakah bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.

Jadi, kalau Bunda mengalami mual dan muntah cukup berat pada trimester pertama, boleh saja ikut menebak-nebak jenis kelamin bayi. Namun, jangan menjadikannya sebagai patokan. Jenis kelamin janin tetap perlu diketahui melalui pemeriksaan medis yang dapat menilainya.

Dengan melihat temuan tersebut, morning sickness lebih tepat dipandang sebagai salah satu keluhan yang umum terjadi selama kehamilan, bukan sebagai alat untuk menebak jenis kelamin bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.