Mubadalah.id – Setelah sperma dan telur bertemu dan bergabung di dalam rahim seorang ibu, keduanya membentuk sebuah kombinasi dan menjadi sekelompok sel yang kemudian berkembang dan tumbuh menjadi bayi.
Darah ibu mengandung oksigen dari udara yang ia hirup saat bernapas dan nutrisi dari makanan yang ia makan. Darah tersebut kemudian membawa oksigen dan nutrisi menuju bayi melalui tali pusar dan ari-ari.
Selama tiga bulan pertama kehamilan, sangat sulit untuk melihat apa yang terjadi dari luar. Akan tetapi, di dalam rahim, bayi tumbuh membentuk organ, tulang, dan bagian tubuh lainnya.
Selama bulan-bulan awal ini, sangat penting bagi ibu hamil untuk menghindari bahan-bahan kimia yang beracun, obat-obatan yang tidak perlu, dan alkohol.
Semua hal itu dapat membahayakan perkembangan bayi. Bersamaan dengan makin besarnya bayi, rahim ibu pun juga membesar. Ibu dapat melihat perutnya yang makin besar dan juga dapat merasakan rahimnya dengan cara meletakkan tangannya di atas perut.
Beginilah kalau Anda bisa melihat ke dalam kandungan ibu yang sedang hamil. Ketika ibu hamil kira-kira lima bulan, dia dapat merasakan ujung rahim di sekitar pusarnya.
Ketika kehamilan ibu sudah sembilan bulan, dia dapat merasakan ujung rahimnya kira-kira di bawah tulang rusuknya.
Di dalam rahim, bayi mengambang di dalam kantong cairan yang disebut cairan amniotik (air ketuban). Bayi terhubung dengan ari-ari melalui tali pusar, sedangkan ari-ari terikat pada bagian dalam rahim ibu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, halm 38.





Comments are closed.