Mubadalah.id – Pemeriksaan lainnya adalah kolposkopi. Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus yang disebut kolposkop untuk melihat bagian mulut rahim dengan pembesaran.
Dengan bantuan alat tersebut, bagian mulut rahim dapat terlihat lebih besar dibandingkan ukuran sebenarnya. Kondisi ini membantu tenaga kesehatan mengamati jaringan dan perubahan yang mungkin tidak terlihat dengan pemeriksaan biasa.
Kolposkopi dapat tenaga kesehatan lakukan sebagai pemeriksaan lanjutan ketika terdapat hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya perubahan pada mulut rahim. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan apakah diperlukan tindakan atau pemeriksaan berikutnya.
Pemeriksaan secara Berkala
Pemeriksaan mulut rahim penting pasien lakukan secara berkala untuk membantu menemukan perubahan sejak dini. Dalam sumber panduan yang menjadi dasar tulisan ini, pemeriksaan organ reproduksi atau mulut rahim setidaknya setiap tiga tahun sekali.
Namun, ketika fasilitas pemeriksaan berada jauh dari tempat tinggal atau belum tersedia di daerah tertentu, pemeriksaan dapat ia upayakan setidaknya setiap lima tahun sekali. Pemeriksaan terutama perlu menjadi perhatian bagi perempuan yang telah berusia lebih dari 35 tahun.
Jadwal pemeriksaan juga dapat berbeda ketika seseorang memiliki faktor risiko tertentu atau pernah mendapatkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya perubahan pada sel mulut rahim.
Perempuan yang termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami kanker mulut rahim harus lebih memperhatikan pemeriksaan. Pemeriksaan yang tenaga kesehatan lakukan secara berkala dapat membantu mengetahui perubahan lebih awal sehingga penanganan dapat mereka lakukan sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Hasil Tes Pap Abnormal
Hasil tes Pap yang menunjukkan adanya sel yang agak abnormal tidak selalu berarti seseorang telah mengalami kanker. Dalam banyak kondisi, sel yang mengalami perubahan ringan dapat kembali menjadi normal dalam waktu dua hingga tiga tahun.
Meski demikian, perubahan tersebut tetap perlu tenaga kesehatan perhatikan. Sebab, sel yang tampak agak abnormal juga dapat menjadi tanda adanya kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, seseorang yang mendapatkan hasil tes Pap dengan perubahan pada sel mulut rahim perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Dalam panduan tersebut, pemeriksaan Pap kembali dapat mereka lakukan satu atau dua tahun kemudian untuk memastikan tidak terjadi perkembangan menuju kondisi yang lebih serius.
Pemeriksaan lanjutan menjadi penting karena perubahan pada sel tidak selalu dapat ia nilai hanya dari satu hasil pemeriksaan. Pemantauan dari waktu ke waktu dapat membantu tenaga kesehatan mengetahui apakah perubahan tersebut membaik, menetap, atau berkembang. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 501.





Comments are closed.