Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Politics
  3. Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan makna di baliknya

Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan makna di baliknya

formasi-17-8-45-paskibraka:-sejarah-dan-makna-di-baliknya
Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan makna di baliknya
service

Jakarta (ANTARA) – Formasi 17-8-45 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Formasi tersebut bukan sekadar susunan barisan, tetapi memiliki keterkaitan dengan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Arti formasi 17-8-45

Formasi 17-8-45 terdiri atas tiga kelompok utama, yakni Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45.

Pasukan 17 berada di bagian depan sebagai pengiring atau pemandu. Angka 17 merujuk pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Pasukan 8 merupakan pasukan inti yang berada di belakang Pasukan 17 dan bertugas dalam prosesi pembawaan serta pengibaran Bendera Pusaka. Angka 8 merujuk pada bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Pasukan 45 berada di belakang Pasukan 8 sebagai pengawal kehormatan. Angka 45 merujuk pada tahun 1945, yakni tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Dengan demikian, angka 17-8-45 secara keseluruhan merepresentasikan tanggal bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Baca juga: Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat pertama di barisan Paskibraka

Sejarah pembentukan formasi

Sejarah formasi tersebut tidak terlepas dari Husein Mutahar, tokoh yang dikenal sebagai salah satu perintis Paskibraka Indonesia.

Pada 1946, Husein Mutahar mendapat tugas menyiapkan pengibaran Bendera Pusaka di Yogyakarta. Saat itu, ia memilih lima pemuda dari berbagai daerah untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan kembali pada 1967. Presiden Soeharto meminta Husein Mutahar menangani pengibaran Bendera Pusaka. Berdasarkan gagasan pengibaran pada 1946, Mutahar mengembangkan susunan pasukan menjadi tiga kelompok, yakni Pasukan 17 sebagai pengiring, Pasukan 8 sebagai pembawa bendera atau pasukan inti, dan Pasukan 45 sebagai pengawal.

Baca juga: Sebelum Sang Saka Merah Putih berkibar

Tugas setiap kelompok

Dalam pelaksanaan upacara, masing-masing kelompok memiliki peran berbeda.

Pasukan 17: bertugas sebagai pengiring dan pemandu pasukan. Kelompok ini berada di bagian depan formasi.

Pasukan 8: menjadi kelompok inti dalam prosesi pengibaran bendera. Kelompok ini membawa dan mengibarkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih.

Pasukan 45: berada di belakang kelompok inti dan berfungsi sebagai pengawal kehormatan.

Pembagian tersebut membuat rangkaian pengibaran bendera membutuhkan koordinasi, ketelitian dan kedisiplinan tinggi dari seluruh anggota Paskibraka.

Baca juga: Aktris Hesti Putri ternyata pernah jadi pengibar bendera pusaka

Simbol sejarah kemerdekaan

Formasi 17-8-45 memiliki nilai simbolis yang kuat karena setiap angka mengingatkan masyarakat pada momentum lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

Keberadaan formasi tersebut juga memperlihatkan bahwa tugas Paskibraka bukan hanya berkaitan dengan tata upacara. Para anggota juga membawa pesan mengenai penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Meski demikian, bentuk formasi Paskibraka dapat disesuaikan dengan jenis upacara. Misalnya, dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, BPIP menetapkan formasi Paskibraka berbentuk lima kelompok yang mencerminkan lima sila Pancasila.

Formasi 17-8-45 tetap menjadi salah satu simbol yang paling dikenal dalam tradisi pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Susunannya mengingatkan masyarakat pada 17 Agustus 1945 sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan Paskibraka di Indonesia.

Baca juga: Pasukan upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI awali latihan di Istana

Baca juga: Jelang HUT RI, Paskibraka Kepulauan Seribu ikuti pemusatan latihan

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.