Sun,23 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Data Terbaru Gempa NTT M 7,7: Korban Meninggal Dunia 71 Orang, 59.647 Warga Mengungsi

Data Terbaru Gempa NTT M 7,7: Korban Meninggal Dunia 71 Orang, 59.647 Warga Mengungsi

data-terbaru-gempa-ntt-m-7,7:-korban-meninggal-dunia-71-orang,-59.647-warga-mengungsi
Data Terbaru Gempa NTT M 7,7: Korban Meninggal Dunia 71 Orang, 59.647 Warga Mengungsi
service

Jakarta, Arina.idKorban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 71 orang meninggal dunia, sementara 59.647 warga masih mengungsi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan  mengatakan penambahan korban meninggal tercatat di Kabupaten Nagekeo.

“Penanganan pengungsi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan BNPB. Sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan dan adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan,” ujar Berto dikutip dari laman BNPB.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 20.333 jiwa.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi di lokasi pengungsian. Bantuan mencakup makanan dan air bersih, tenda, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan.

“Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas,” jelasnya.

Penanganan pengungsi tidak dilakukan hanya melalui satu lokasi terpusat. Sebab, masyarakat terdampak tersebar di berbagai titik, termasuk lokasi pengungsian mandiri.

Karena itu, lanjut Berton, pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan warga di setiap lokasi dapat teridentifikasi dan dipenuhi secara tepat sasaran.

Bantuan Hampir 400 Ton
Di sisi lain, distribusi logistik bagi masyarakat terdampak terus dilakukan melalui jalur udara dan laut. Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, total bantuan yang telah dikirim selama periode 15-18 Agustus mencapai 398 ton.

“Jalur darat masih menjadi pilihan utama untuk menyalurkan bantuan dari titik-titik logistik menuju lokasi pengungsian. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses jalan,” terangnya.

Pemerintah juga mengoptimalkan jalur laut untuk memperluas jangkauan bantuan. Pada Selasa (18/8/2026), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kapal tersebut membawa bantuan BNPB berupa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari berbagai unsur masyarakat.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah memperkuat posko dan satuan tugas agar seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat tercatat dengan baik dan ditangani secara tepat.

Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah mengerahkan sumber daya nasional dengan melibatkan TNI, Polri, dan seluruh unsur pentaheliks. Dukungan tersebut mencakup mobilisasi personel, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, hingga upaya menjangkau wilayah yang menghadapi kendala akses.

Pesawat dan kapal militer turut digunakan untuk mendukung transportasi udara dan laut dalam proses penanganan bencana.

Berton menegaskan seluruh pengerahan sumber daya tersebut diarahkan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak.

BNPB memastikan dukungan terhadap warga terdampak akan terus diberikan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah juga akan mendampingi masyarakat hingga proses penanganan berlanjut ke tahap pemulihan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.