Jakarta (ANTARA) – Jonatan Christie akan menjalani China Masters 2026 di Shenzhen pada 1-6 September sebagai ujian untuk satus tunggal putra nomor satu dunia yang dia capai sejak 25 Agustus dengan koleksi 87.631 poin, hanya enam hari sebelum turnamen Super 750 itu mulai.
Pemain berusia 28 tahun itu naik dua tingkat dari posisi ketiga guna menyalip Christo Popov dari Prancis di posisi kedua dengan 87.002 poin dan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dengan 86.915 poin.
Pencapaian tersebut mengakhiri penantian 26 tahun Indonesia dalam memiliki kembali tunggal putra nomor satu dunia setelah Taufik Hidayat pada 2000.
China Masters menjadi panggung pertama Jonatan dalam status baru itu dan sekaligus unggulan pertama tunggal putra.
Berdasarkan undian, Jonatan akan menghadapi atlet Malaysia Leong Jun Hao pada babak pertama, yang keduanya memiliki head to head 4-3 untuk Jonatan.
Baca juga: PBSI tarik sembilan wakil dari China Masters
Jonatan datang ke Shenzhen setelah memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan pada Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, setelah dihentikan Rasmus Gemke 21-11, 13-21, 18-21 pada babak 16 besar.
China Masters juga menjadi bagian dari pengaturan program pemain Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian mengatakan sejumlah pemain tetap diturunkan karena membutuhkan poin peringkat dunia dan sekaligus menjaga ritme pertandingan menjelang Asian Games.
Jonatan menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tetap berada dalam daftar peserta China Masters setelah Alwi Farhan ditarik dari turnamen itu.
Baca juga: China mendominasi Malaysia Masters 2026 dengan tiga gelar juara
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.