Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Saat Fatayat NU Papua Tengah Kenakan Noken di Muktamar Ke-35 NU

Saat Fatayat NU Papua Tengah Kenakan Noken di Muktamar Ke-35 NU

saat-fatayat-nu-papua-tengah-kenakan-noken-di-muktamar-ke-35-nu
Saat Fatayat NU Papua Tengah Kenakan Noken di Muktamar Ke-35 NU
service

Jombang, NU Online

Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Papua Tengah kenalkan tas khas dari Papua, yaitu noken. Mereka memakai tas itu selama Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung, 27-31 Agustus 2026..

Ketua PW Fatayat NU, Sholikah menyebut, PWNU dan PW Fatayat NU Papua Tengah memakai noken tersebut karena akan menjadi keunikan tersendiri.

“Kami ingin menunjukkan ciri khas ini kepada Muktamirin yang hadir dari seluruh daerah. Mungkin yang lain memakai tas pada umumnya, kita ingin tampil beda,” katanya kepada NU Online, Sabtu (28/8/2026).

Ia mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Papua Tengah harus memakai noken setiap hari Senin.

Noken merupakan tas tradisional khas Papua yang terbuat dari rajutan atau anyaman serat kulit kayu, daun, atau akar tanaman. Biasanya terbuat dari serat pohon seperti genemo atau nenduam.

“Ada juga yang dari kulit pohon anggrek, tapi itu mahal sekali harganya,” imbuhnya

Ia menjelaskan bahwa noken merupakan simbol adat yang diberikan sebagai tanda kasih sayang, lambang rahim ibu, lambang perdamaian dalam penyelesaian konflik, atau syarat kedewasaan bagi perempuan Papua.

“Tahun 2012, UNESCO menetapkan noken sebagai warisan budaya takbenda yang membutuhkan perlindungan mendesak,” jelasnya.

Proses Pembuatan Noken

Proses pembuatan noken cukup panjang. Mulai dari para perempuan Papua atau biasa disebut Mama-Mama pergi ke hutan untuk mengambil kulit pohon genemo, nanduam, atau daun pandan hutan. 

“Setelah itu kulit kayu dipukul-pukul menggunakan kayu atau batu, lalu direndam dalam air untuk memisahkan serat-serat halusnya,” jelasnya.

Serat kayu yang sudah bersih dijemur di bawah sinar matahari hingga kering total. Setelah itu serat kering dipilin menggunakan telapak tangan di atas paha secara perlahan hingga membentuk benang yang kuat dan tebal

Lalu, benang-benang itu diwarnai menggunakan bahan alami, seperti kunyit untuk warna kuning, arang untuk warna hitam, atau buah-buahan hutan untuk warna hitam.

“Nah, membuatnya itu masih menggunakan proses manual. Dirajut satu persatu-satu menggunakan tangan. Biasanya mama-mama mengerjakan itu sambil momong anak,” imbuhnya.

“Pengerjaan noken cukup memakan waktu, namun tergantung dari besar kecilnya noken itu sendiri,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.