Kekerasan terhadap burung hantu yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menghebohkan masyarakat luas. Pertama, di Januari 2026, seekor burung hantu jenis Tyto alba ditembak mati di Kabupaten Belu karena dianggap mengganggu. Motifnya sederhana, si pemilik rumah merasa terganggu akan kehadiran burung tersebut. Aksi itu direkam kemudian diunggah ke media sosial dan menuai kecaman luas. Kedua, pada Agustus 2026, seekor burung hantu yang diduga celepuk flores (Otus alfredi), dipukul dan dibakar hidup-hidup oleh tiga pria di Manggarai Barat. Adhi Nurul Hadi, Kepala BBKSDA NTT, menyayangkan tindak kekerasan tersebut. Menurutnya, perbuatan melukai atau membunuh satwa dilindungi merupakan pelanggaran berat. Pelaku dapat terancam 15 tahun penjara sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Tindakan kekerasan terhadap satwa tidak dapat dibenarkan. BBKSDA NTT menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan tindakan yang dilakukan terhadap satwa tersebut,” ujar Adhi, dikutip dari detik.com, Kamis (13/8/26).Namun yang paling mengkhawatirkan adalah alasan di balik aksi tersebut. Ketika diperiksa, ketiga pelaku mengaku membakar burung hantu karena percaya kehadirannya merupakan pertanda buruk dan berkaitan dengan ilmu hitam. Dengan aksi membakar burung hantu tersebut, para pelaku meyakini ancaman sihir dapat dilenyapkan. Serak jawa, jenis burung hantu yang merupakan sahabat petani karena kemampuan hebatnya memburu tikus. Foto: Asep Ayat. Kenapa dijuluki burung hantu? Nama burung hantu bukan sekadar julukan seram tanpa dasar. Ada dua alasan biologis yang sudah dibuktikan lewat riset ilmiah bertahun-tahun. Alasan pertama adalah gaya hidupnya yang benar-benar nokturnal alias aktif malam hari. Studi genom komparatif terhadap 11…This article was originally published on Mongabay
Nasib Tragis Burung Hantu di NTT, Dibakar Hidup-hidup karena Dianggap Pembawa Petaka
Nasib Tragis Burung Hantu di NTT, Dibakar Hidup-hidup karena Dianggap Pembawa Petaka





Comments are closed.