Wed,2 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Suara Hutan Kalimantan Berubah, Seiring Deru Mesin Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Suara Hutan Kalimantan Berubah, Seiring Deru Mesin Pembangunan Ibu Kota Nusantara

suara-hutan-kalimantan-berubah,-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara
Suara Hutan Kalimantan Berubah, Seiring Deru Mesin Pembangunan Ibu Kota Nusantara
service

  Ketika Indonesia membangun ibu kota barunya di pegunungan Kalimantan Timur, deru gergaji mesin mulai menenggelamkan suara hutan hujan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Masyarakat Adat Balik. Sebuah film dokumenter terbaru, Sound Guardians hasil kolaborasi Mongabay, Scientific American, dan Project Multatuli berupaya merekam kondisi hutan tersebut dengan melibatkan ilmuwan dan penduduk setempat. Mantan Presiden Joko Widodo dikenal sebagai penggagas pemindahan pusat administrasi Indonesia dari Jakarta, kota yang diprediksi tenggelam paling cepat di dunia. Para ahli memperkirakan, sepertiga wilayah Jakarta akan terendam air pada 2050 akibat kenaikan permukaan laut dan eksploitasi air tanah berlebihan. Sementara itu, pihak resmi IKN menyebut Nusantara sebagai “kota hutan pintar” yang ditargetkan rampung pada 2045. Wendy Erb, ilmuwan bioakustik dari Cornell Lab of Ornithology, Amerika Serikat, telah merekam lanskap suara hutan Kalimantan selama satu dekade terakhir, termasuk sepanjang masa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung. Bersama timnya, dia mengumpulkan rekaman dari berbagai titik, mulai dari puncak gunung, hutan bakau, hingga gua. Erb menyebut, kumpulan data tersebut sebagai “kapsul waktu” yang memungkinkan peneliti membandingkan perubahan lingkungan seiring laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Data ini berpotensi mengungkap titik-titik yang paling terdampak, yaitu tempat satwa liar mulai tergusur, di habitatnya. “Mungkin di situlah lebih banyak investasi konservasi perlu diarahkan,” ujar Erb dalam film dokumenter tersebut. “Pertanyaannya adalah, bisakah kita mempertajam pendengaran kita? Bisakah kita benar-benar memperhatikan, menyadari bahwa alam sedang kita sakit?” Bagi Abidin, anggota komunitas adat Balik sekaligus warga Pemaluan, satu desa di kawasan IKN, suara hutan bukan sekadar suara “ambience” biasa, melainkan penopang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.