Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Bagaimana cara melindungi diri kita dari asap karhutla yang membahayakan kesehatan?

Bagaimana cara melindungi diri kita dari asap karhutla yang membahayakan kesehatan?

bagaimana-cara-melindungi-diri-kita-dari-asap-karhutla-yang-membahayakan-kesehatan?
Bagaimana cara melindungi diri kita dari asap karhutla yang membahayakan kesehatan?
service

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan campuran kompleks yang mengandung nitrogen oksida, senyawa organik yang mudah menguap, hidrokarbon aromatik polisiklik, karbon monoksida, karbon dioksida, dan partikulat.

Ketika rumah atau bangunan ikut terbakar akibat karhutla, asap kebakarannya melepaskan campuran bahan kimia yang lebih beracun. Sebab, bahan elektronik, perabotan, plastik, cat, dan berbagai material lain ikut terbakar.

Kepulan asap yang menghalangi penglihatan sebenarnya merupakan partikel-partikel kecil yang terlalu ringan untuk langsung jatuh ke tanah.

Partikel ini oleh para ilmuwan disebut sebagai partikulat. Ukurannya sangat kecil dan diukur dalam satuan mikron. Ketika terhirup, partikulat dapat membahayakan kesehatan kita.

Semakin kecil ukurannya, semakin jauh partikel tersebut dapat masuk ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

Kamu mungkin pernah mendengar istilah PM2,5. Istilah ini merujuk pada partikel berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil. Ukurannya berkali lipat lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.

Konsentrasi tinggi partikel-partikel tersebut selama karhutla bisa memicu peringatan kualitas udara.

Apakah asap karhutla belakangan semakin banyak?

Ya. Dalam beberapa dekade terakhir, karhutla semakin sering terjadi dan kian parah sehingga asapnya pun ikut bertambah.

Para ilmuwan menemukan sejumlah faktor yang meningkatkan frekuensi karhutla, termasuk peningkatan cuaca (panas, kering, dan berangin) akibat perubahan iklim yang mempercepat penyebaran api. Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti pembabatan hutan juga berperan.


Read more: Karhutla Kalimantan adalah drama berulang akibat kegagalan kita melindungi tanah


Penyebab meningkatnya karhutla bervariasi di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia, karhutla yang semakin sering terjadi salah satunya disebabkan oleh perpaduan kekeringan dengan lanskap yang rentan akibat maraknya alih fungsi lahan menjadi kebun.

Hingga Agustus 2026, karhutla telah melanda berbagai daerah di Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla nasional periode Januari-Juli 2026 mencapai 202 ribu hektare, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama dalam dua siklus El Niño sebelumnya pada 2019 dan 2023.

Bagaimana asap karhutla bisa mengancam kesehatan?

Menghirup asap karhutla bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, seperti sesak napas, batuk, mata gatal atau berair, sakit kepala, ruam, dan kulit terasa gatal.

Dampaknya bisa semakin serius. Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan selama karhutla, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan unit gawat darurat akibat asma dan penyakit pernapasan lainnya meningkat.

Setelah kita menghirup asap karhutla, partikel-partikel tersebut memicu peradangan dan stres oksidatif. Partikel juga dapat masuk ke aliran darah, menyebar ke seluruh tubuh, dan memengaruhi organ lainnya.

Warga berolahraga di Jembatan Ampera, Palembang, di tengah kabut asap akibat karhutla.

Kualitas udara di Palembang mencapai kategori Berbahaya pada 23 Agustus 2026 akibat karhutla. Ketika terhirup, partikel dalam asapnya dapat berdampak buruk pada kesehatan. Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Menghirup asap karhutla juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan masalah kehamilan lainnya. Dampaknya juga dikaitkan dengan masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung dan strok, meskipun buktinya masih beragam.

Dampak jangka panjang dari asap karhutla terhadap kesehatan masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi topik ini semakin banyak diteliti.

Bagaimana cara memantau risiko asap karhutla di tempat tinggal kita?

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dari asap karhutla adalah mengetahui seberapa parah kondisinya dan seberapa lama asapnya akan bertahan.

Sebaran karhutla terkini bisa dipantau melalui SiPongi. Ini adalah sistem milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memetakan titik panas hasil deteksi satelit hingga tingkat desa.

Untuk mengetahui kualitas udara di sekitar kita, cek Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLHK yang menampilkan tingkat kualitas udara dari Baik hingga Berbahaya.

Kita juga bisa mengetahui perkiraan kualitas udara berdasarkan PM2,5 beserta perkiraan sebaran partikulat karhutla untuk tiga hari ke depan lewat laman informasi kualitas udara BMKG.

Bagaimana melindungi diri dan keluarga dari asap karhutla?

Langkah yang direkomendasikan bergantung pada tingkat kualitas udara di wilayah kita. Ketika asap karhutla sudah mencapai level yang tidak sehat, usahakan tetap berada di dalam ruangan dan tutup pintu serta jendela agar asap tidak masuk.

Jika mempunyai alat pembersih udara, gunakanlah. Pastikan penyaringnya dibersihkan secara berkala karena bisa cepat kotor dan tersumbat.

Periksa juga penyaring AC dan sistem ventilasi rumah dan ganti bila perlu.

Jika harus keluar rumah, sebaiknya gunakan masker N95, KN95, atau KF94 yang pas dan rapat di wajah. Jenis masker ini efektif menyaring partikel berbahaya dalam udara agar tidak terhirup.

Sebaliknya, masker yang lebih longgar seperti masker bedah sebagian besar hanya dirancang untuk melindungi orang lain dari embusan napas kita. Masker tersebut tidak menempel rapat pada wajah sehingga memberi celah bagi udara kotor berisi partikel berbahaya memasuki pernapasan kita.


Read more: ISPA merebak karena Influenza A: Kondisi udara yang buruk akibat asap memperparah penularan


Pastikan masker terpasang rapat. Tujuannya agar saat bernapas, udara melewati serat masker yang akan menangkap partikel asap, alih-alih membiarkannya masuk ke dalam tubuh dan membahayakan kesehatan.

Jika rumahmu memiliki banyak celah udara sehingga asap bisa masuk ke dalam ruangan, pertimbangkan untuk pergi ke ruang publik seperti perpustakaan atau pusat perbelanjaan yang memiliki sistem AC dan ventilasi yang baik.


Ignatia Sarasvati Wahyuputro menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.