Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gus Ipul Tegaskan Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Sah dan Transparan

Gus Ipul Tegaskan Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Sah dan Transparan

gus-ipul-tegaskan-pemilihan-rais-aam-dan-ketua-umum-pbnu-sah-dan-transparan
Gus Ipul Tegaskan Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Sah dan Transparan
service

Jakarta, NU Online

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa proses terpilihnya Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) berlangsung transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah narasi di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan fakta terkait proses Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

“Tidak sebagaimana berita-berita di medsos ya, proses terpilihnya anggota AHWA dan Ketua Umum ini adalah melalui proses yang transparan sesuai dengan semua ketentuan yang ada. Terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz adalah legitimate, sah, terbuka, dan tidak ada satu proses yang dilewati,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers ekspos hasil Muktamar yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan berbagai narasi yang beredar di luar forum resmi Muktamar tidak mencerminkan fakta yang terjadi selama proses persidangan hingga penetapan kepemimpinan baru NU.

“Berita-berita di luar sana yang macam-macam itu, itu sebenarnya tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ini perlu kami sampaikan, perlu kami tegaskan bahwa terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum semuanya melalui suatu proses yang seharusnya dan transparan,” ujarnya.

Gus Ipul juga menjelaskan salah satu hasil penting Muktamar Ke-35 NU, yakni perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang dinilai memperkuat posisi Syuriyah dalam struktur kepemimpinan NU.

Menurutnya, mekanisme pemilihan langsung dengan sistem satu orang satu suara (one man one vote) tidak lagi digunakan. Mekanisme tersebut diganti dengan penjaringan lima nama dengan perolehan suara terbanyak yang kemudian diserahkan kepada Rais Aam dan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) terpilih untuk menentukan pilihan akhir.

“Penguatan supremasi Syuriyah ini salah satu hasil penting di dalam Muktamar ke-35 ini. Di mana sekarang pemilihan Ketua Umum tidak one man one vote lagi, tetapi merupakan usulan-usulan diambil lima terbanyak dan selebihnya diserahkan kepada Rais Aam dan anggota AHWA terpilih untuk memilih dari lima nama itu. Maka ini adalah memperkuat posisi Syuriyah,” katanya.

Gus Ipul berharap seluruh hasil Muktamar Ke-35 NU dapat diterima dengan baik oleh seluruh warga NU. Ia menegaskan kritik, saran, dan usulan tetap dihormati serta dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan mendatang.

Namun, ia mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyampaikan pernyataan yang bernada fitnah, khususnya terhadap para ulama.

“Kami harapkan hasil ini diterima dengan baik. Jika ada kritik, ada saran, ada usul, tentu kita hormati dan perlu mungkin ditindaklanjuti oleh kepengurusan yang akan datang. Kita semua menyambut gembira seluruh hasil itu dan menyambut baik kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mari ini kita hormati bersama, kita junjung tinggi ulama kita, dan sama-sama untuk tidak memberikan suatu pernyataan-pernyataan yang tidak seharusnya sebagai seorang santri, tidak seharusnya memberikan komentar-komentar yang bernada fitnah apalagi kepada para ulama kita,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.