Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Peta Jalan NU 2026-2050 Jadi Tanggung Jawab Pengurus PBNU 2026-2031

Peta Jalan NU 2026-2050 Jadi Tanggung Jawab Pengurus PBNU 2026-2031

peta-jalan-nu-2026-2050-jadi-tanggung-jawab-pengurus-pbnu-2026-2031
Peta Jalan NU 2026-2050 Jadi Tanggung Jawab Pengurus PBNU 2026-2031
service

Jakarta, NU Online

Ketua Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Alissa Wahid mengatakan, penyusunan Peta Jalan NU 2026–2050 merupakan arah jangka panjang kepemimpinan NU pasca-Muktamar Lampung.

Alissa menjelaskan, peta jalan tersebut menjadi arah strategis NU yang perlu diperhatikan oleh setiap pengurus PBNU 2026-2031. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/9/2026).

“Menjadi visi dari kepengurusan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih di Muktamar ke-35, tetap pokok-pokok haluan program ini harus menjadi acuan dan nanti akan dipertanggungjawabkan sepanjang masa kepemimpinan, baik melalui Munas-Konbes maupun melalui Muktamar ke-36 tahun 2031 nanti,” katanya.

Menurutnya, hal utama dalam peta jalan NU 2026-2050 adalah penguatan organisasi NU. Alissa mengungkapkan, visi jangka panjang itu dinilai penting karena NU telah memasuki abad kedua dengan berbagai tantangan baru.

“Karena ini masuk abad kedua dengan tantangan yang berbeda. Ada soal Gen Z, ada soal abad digital, ada soal perkembangan geopolitik, dan lain-lain,” jelasnya.

“Karena itu, organisasi NU juga perlu untuk bertransformasi dan melakukan konsolidasi,” sambung Alissa.

Selain itu, Alissa menegaskan bahwa peta jalan juga diarahkan pada penguatan khidmah NU melalui empat pilar. Keempatnya mencakup pesantren dan Aswaja, kesejahteraan sosial-ekonomi warga NU, peningkatan keunggulan sumber daya manusia (SDM) NU, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

“Kalau ini tanggung jawab ke dalam, begitu ya, kepada warga NU yang jumlahnya 57 persen dari umat Islam di Indonesia,” jelasnya.

Selain khidmah ke dalam, sambungnya, NU juga tetap memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan dunia. Menurut Alissa, posisi NU sebagai salah satu kekuatan sosial kemasyarakatan di Indonesia membuat khidmah untuk bangsa dan dunia menjadi bagian penting dari arah organisasi.

Terkait kebangsaan, Alissa mengungkapkan ruang lingkupnya mencakup advokasi kebijakan publik agar berpihak kepada rakyat, serta keterlibatan NU dalam isu politik, hukum, demokrasi, dan penguatan gerakan masyarakat sipil.

“Begitu juga positioning NU sebagai salah satu kekuatan Islam moderat di dunia. Itu untuk peta jalan,” jelasnya.

Program NU 20262031 usung semboyanNU Berkah 2031

Terkait arah strategis program NU periode 2026-2031, Alissa menjelaskan bahwa program tersebut mengusung semboyan “NU Berkah 2031”. Semboyan tersebut merupakan akronim dari berorientasi jamaah, amanah, koheren, akuntabel, berkesinambungan, adaptif, dan andal.

“Ini karena kita tahu bahwa kata kuncinya atau terma kuncinya transformasi jam’iyyah di tahun 2026-2031,” katanya.

Lebih lanjut, Alissa menegaskan bahwa pokok-pokok haluan program tersebut juga akan menjadi acuan bagi kepengurusan PBNU 2026-2031.

Dalam jumpa pers tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Ketua Steering Committee (SC) KH Abdul Moqsith Ghazali, Sekretaris SC Prof Mohammad Nuh, Wakil Ketua OC H Gudfan Arif Ghofur, Wakil Koordinator Komisi Organisasi Prof Asrorun Niam Sholeh, Koordinator Komisi Program Alissa Wahid, Wakil Koordinator Komisi Rekomendasi H Ahmad Suaedy, dan Tim Penyusun Materi Komisi Keorganisasian Idy Muzayyad.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.