Fri,4 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bukan Pembawa Petaka, Burung Hantu Justru Bantu Petani Jaga Lahan Pertanian

Bukan Pembawa Petaka, Burung Hantu Justru Bantu Petani Jaga Lahan Pertanian

bukan-pembawa-petaka,-burung-hantu-justru-bantu-petani-jaga-lahan-pertanian
Bukan Pembawa Petaka, Burung Hantu Justru Bantu Petani Jaga Lahan Pertanian
service

Muncul dalam gelap dan terbang nyaris tanpa suara membuat burung hantu sering dianggap menyeramkan. Padahal, kemampuan itu bukan tanda kekuatan gaib, melainkan hasil adaptasi untuk berburu. Sayangnya, ketakutan justru membuat satwa ini menjadi korban kekerasan. Pada Januari 2026, seekor burung hantu jenis Tyto alba ditembak mati di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, karena dianggap mengganggu. Pada Agustus, kekerasan kembali terjadi. Tiga pria di Manggarai Barat memukul dan membakar burung yang diduga celepuk flores (Otus alfredi). Para pelaku mengaku percaya burung tersebut membawa pertanda buruk dan berkaitan dengan ilmu hitam. Mereka meyakini pembakaran dapat menghilangkan ancaman sihir. “Tindakan kekerasan terhadap satwa tidak dapat dibenarkan. BBKSDA NTT menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan tindakan yang dilakukan terhadap satwa tersebut,” ujar Adhi Nurul Hadi, Kepala BBKSDA NTT, Kamis (13/8/26). Lantas, apa yang membuat burung hantu begitu piawai beraktivitas dalam gelap? Studi genom terhadap 11 spesies yang dipublikasikan dalam Genome Biology and Evolution pada 2020 mengungkap adaptasi pada penglihatan dan pendengaran. Penelitian tersebut menemukan pengemasan DNA yang tidak lazim pada sel retina, yang membantu menyalurkan lebih banyak cahaya menuju fotoreseptor. Wajah berbentuk piringan dan posisi telinga tidak simetris juga membantu mendeteksi keberadaan mangsa. Gemerisik kecil dapat menjadi petunjuk lokasi makanan, bahkan ketika cahaya sangat terbatas. Kemampuan terbang senyap memiliki rahasia lain. Tinjauan ilmiah dalam Interface Focus pada 2017 menjelaskan tiga struktur bulu yang membantu meredam suara: gerigi halus di tepi depan, permukaan menyerupai beludru, dan rumbai lembut di tepi belakang. Perpaduan tersebut membuat kepakan sayap sulit terdengar. Penampilan yang terasa misterius sebenarnya merupakan perlengkapan berburu yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.