Mubadalah.id – Pada sebagian perempuan, fibroid dapat mengecil dengan sendirinya setelah mengalami menopause. Setelah memasuki masa menopause, fibroid biasanya tidak lagi menimbulkan gangguan yang sebelumnya ia rasakan.
Karena itu, kondisi fibroid perlu kita lihat berdasarkan usia, gejala, ukuran, serta kondisi kesehatan masing-masing penderita.
Meski demikian, perempuan yang mengalami fibroid tetap perlu memperhatikan jumlah darah yang keluar saat menstruasi. Haid yang sangat banyak dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan sel darah merah atau anemia.
Anemia akibat kehilangan darah dapat membuat tubuh mengalami kekurangan zat besi. Karena itu, perempuan yang mengalami pendarahan menstruasi dalam jumlah banyak harus memperhatikan asupan makanan, terutama makanan yang kaya zat besi.
Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui seberapa besar ukuran fibroid yang terdapat di dalam rahim. Tes ultrasound atau USG dapat memberikan informasi mengenai ukuran fibroid sekaligus membantu tenaga kesehatan menentukan kondisi yang sedang ia alami.
Dengan demikian, pendarahan menstruasi yang sangat banyak, nyeri atau rasa sesak di bagian bawah perut, serta rasa sakit saat berhubungan seksual tidak sebaiknya abaikan.
Pemeriksaan organ reproduksi dan USG dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan fibroid serta menentukan langkah penanganan yang ia perlukan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 501.





Comments are closed.