Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pengamat: Dedolarisasi sangat mungkin jadi salah satu topik KTT BRICS

Pengamat: Dedolarisasi sangat mungkin jadi salah satu topik KTT BRICS

pengamat:-dedolarisasi-sangat-mungkin-jadi-salah-satu-topik-ktt-brics
Pengamat: Dedolarisasi sangat mungkin jadi salah satu topik KTT BRICS
service

Jakarta (ANTARA) – Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur Andrea Abdul Rahman Azzqy mengatakan bahwa dedolarisasi, atau kebijakan untuk tidak bertransaksi dengan dolar, sangat mungkin menjadi salah satu topik dalam pertemuan puncak (KTT) BRICS.

“Ya, dedolarlisasi sangat mungkin menjadi salah satu topik yang dibicarakan,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (10/9).

Pernyataan itu disampaikan menjelang KTT BRICS yang akan digelar di New Delhi pada 12-13 September 2026.

BRICS sendiri merupakan kelompok negara-negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global.

Organisasi antar-pemerintah itu terdiri dari anggota inti yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, ditambah anggota lain seperti Mesir, Iran, Ethiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Kemungkinan topik dedolarisasi dalam KTT muncul setelah KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, tahun lalu, membahas sistem pembayaran alternatif dengan menggunakan mata uang lokal (local currency settlement), dan pengembangan sistem pembayaran lintas batas yang independen.

Sementara itu, Andrea menambahkan bahwa untuk memperkuat posisi tawar negara-negara berkembang secara ekonomi dan politik, Indonesia didorong untuk menaikkan kepercayaan pasar dan investasi dengan keamanan investasi, alur birokrasi yang mudah, stabilitas rantai logistik, serta kemudahan dan transparansi perpajakan.

“Itu yang saat ini belum bisa diwujudkan Indonesia. Apalagi Pemerintahan Presiden Prabowo acapkali intervensi pasar, ketidakstabilan hukum, dan SDM yang masih unskilled,” katanya.

Baca juga: Pengamat: BRICS harus jadi instrumen ekonomi bermanfaat bagi Indonesia

Baca juga: Indonesia perlu manfaatkan BRICS, OECD untuk dongkrak daya saing

Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.