Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Bagaimana Alam Pulih setelah Erupsi?

Bagaimana Alam Pulih setelah Erupsi?

bagaimana-alam-pulih-setelah-erupsi?
Bagaimana Alam Pulih setelah Erupsi?
service

Erupsi gunung api tidak selalu menjadi akhir bagi kehidupan. Di balik kehancuran vegetasi dan habitat, erupsi dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem baru melalui proses suksesi primer.

Fenomena ini terlihat di kawasan Krakatau yang menjadi salah satu laboratorium alam paling utama untuk mempelajari bagaimana ekosistem berkembang dari kondisi hampir tanpa kehidupan hingga terbentuk komunitas vegetasi dan satwa.

Ahli konservasi tumbuhan sekaligus dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Agus Hikmat, menjelaskan letusan Krakatau pada 1883 menjadi studi kasus klasik dalam kajian perkembangan ekosistem.

Kemunculan Anak Krakatau pada 1927 dari sisa letusan ini menghadirkan ekosistem baru yang pada awalnya kosong dari flora dan satwa liar.

“Erupsi gunung berapi akan mereset ekosistem yang ada menjadi ekosistem yang baru. Ekosistem di kawasan Krakatau merespons dalam tiga fase, yaitu fase penghancuran, kolonisasi, dan stabilisasi ekosistem,” ujar Agus.

Pada fase penghancuran, berbagai indikator seperti suhu panas, abu vulkanik, gas beracun seperti sulfur dioksida (SO₂), hingga tsunami dapat menyebabkan vegetasi mengalami kerusakan berat atau mati.

“Satwa liar juga terdampak, baik karena kematian, melarikan diri, maupun terbawa gelombang. Namun, sebagian satwa seperti burung laut, kelelawar, dan serangga terbang dapat bertahan sekaligus berperan sebagai agen penyebar biji,” katanya.

Proses ini, lanjut Dr Agus, kemudian menjadi pintu masuk bagi suksesi primer. Setelah permukaan pulau tertutup pasir atau batuan vulkanik, organisme pionir seperti mikroba, lumut, dan jamur mulai hadir.

Seiring perubahan substrat dan kondisi lingkungan, rerumputan, semak, perdu, hingga pohon-pohon kecil secara bertahap dapat berkembang dan membentuk hutan muda.

“Proses suksesi primer dapat berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun, bergantung pada kondisi lingkungan dan keberadaan agen penyebar biji,” katanya.

Selain menghancurkan, lanjut Agus, erupsi juga dapat menciptakan habitat baru. Lava yang mendingin menjadi batuan vulkanik dan melalui pelapukan dapat berkembang menjadi tanah kaya mineral.

Material vulkanik di laut juga dapat menjadi substrat bagi pertumbuhan karang, sementara gua lava, kawah, dan tebing baru dapat menjadi niche bagi kelelawar, burung, kadal, serta organisme lainnya.

Karena Anak Krakatau merupakan kawasan konservasi berupa cagar alam dan masih aktif secara vulkanik, Agus menekankan agar membiarkan proses alami berlangsung.

Konservasi perlu dilakukan dengan mencegah spesies asing invasif, tidak mengintroduksi tanaman dari luar, serta melakukan pemantauan erupsi, tsunami, vegetasi, dan satwa liar secara jangka panjang.

“Krakatau adalah laboratorium alam proses suksesi primer. Tugas konservasi bukan mengembalikan alam seperti semula, tetapi melindungi proses suksesi alami agar berjalan dengan baik,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.