Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Politics
  3. Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak

Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak

profil-3-pegawai-dinas-pertanian-jayawijaya-yang-tewas-ditembak
Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak
service

Jakarta (ANTARA) – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah rombongan mereka diserang kelompok bersenjata saat menjalankan tugas pada Rabu, 9 September 2026. Ketiganya tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Rombongan pegawai Dinas Pertanian disebut sedang menuju wilayah Kimbim ketika diserang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

Tiga korban yang meninggal dunia yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan dan Wili Mbuik. Berikut profil ketiganya berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian dan sejumlah laporan media.

Baca juga: Pemprov NTT kutuk keras penembakan oleh KKB terhadap dua warga NTT

1. Aprida Rapi

Aprida Rapi merupakan pejabat di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Perempuan berusia 49 tahun itu menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan.

Aprida disebut lahir di Makale, Kabupaten Tana Toraja. Ia tinggal di Wamena dan menjalankan tugas pemerintahan di bidang peternakan di Kabupaten Jayawijaya.

Saat kejadian, Aprida bersama rombongan sedang menjalankan tugas untuk menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat. Ia menjadi salah satu dari tiga korban yang meninggal akibat penembakan tersebut.

2. Alfonsius Albinus Mehan

Korban berikutnya adalah Alfonsius Albinus Mehan yang berusia 35 tahun. Ia merupakan dokter hewan yang bekerja di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Alfonsius berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia disebut ikut bertugas bersama rombongan Dinas Pertanian dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan dan bibit ternak kepada masyarakat.

Alfonsius meninggal dunia setelah terkena tembakan dalam penyerangan di Distrik Muliama. Kepolisian menyebut jenazahnya bersama jenazah Aprida masih berada di Wamena dalam proses penanganan setelah kejadian.

Baca juga: KemenHAM minta penembakan tiga ASN Jayawijaya diusut

3. Wili Mbuik

Wili Mbuik merupakan pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang turut menjadi korban dalam penembakan tersebut. Sejumlah laporan menyebut Wili merupakan CPNS yang baru memulai pengabdian di wilayah Papua Pegunungan.

Wili berasal dari Nusa Tenggara Timur. Laporan media menyebut ia berasal dari Rote Ndao dan bertugas di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Wili menjadi korban dalam perjalanan bersama rombongan pegawai Dinas Pertanian yang sedang menjalankan tugas. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya.

Penembakan terhadap tiga pegawai tersebut terjadi ketika mereka menjalankan tugas pemerintahan untuk membantu masyarakat. Rombongan disebut membawa bantuan berupa bibit dan ternak yang akan disalurkan kepada warga.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka atas meninggalnya tiga pegawai tersebut dan meminta agar keamanan bagi petugas yang menjalankan tugas di daerah rawan menjadi perhatian. Pemerintah juga mendorong pengusutan terhadap pelaku penembakan.

Sementara itu, aparat masih melakukan penyelidikan terkait kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sejumlah laporan menyebut pelaku diduga merupakan kelompok bersenjata, sementara aparat masih mendalami identitas dan motif penyerangan.

Kepolisian juga menemukan tiga selongsong peluru di lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tersebut.

Baca juga: Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi penembakan ASN

Baca juga: Kapolda Papua Barat imbau warga tak terprovokasi Black September

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.