Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025–2026 oleh Polres Ponorogo resmi berakhir. Operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, menjadi momentum evaluasi bersama terkait dinamika lalu lintas di wilayah Bumi Reog.
Selama operasi berlangsung, Satlantas Polres Ponorogo mencatat sejumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 22 kejadian kecelakaan selama Operasi Lilin Semeru 2025.
“Dari angka kecelakaan tersebut, ada satu korban meninggal dunia,” ungkap Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wisnu Setya, Selasa (13/1/2026).
Selain itu, jumlah korban luka ringan selama Operasi Lilin Semeru 2025 tercatat 32 orang. Sementara untuk luka berat, kata Dewo, jumlahnya nihil. Dari sisi kerugian materiil, nilai kerusakan kendaraan dan fasilitas lainnya kurang lebih Rp47 juta. “Untuk luka berat tidak ada, nihil,” imbuh Dewo.
Meski demikian, Dewo menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan Operasi Lilin Semeru di Ponorogo berjalan aman dan lancar. Terutama pada periode puncak mobilitas masyarakat, mulai 25 Desember hingga 1 Januari, situasi lalu lintas terpantau terkendali.
“Kemarin juga pelaksanaan Bumi Reog Berdzikir berjalan aman dan tertib. Masyarakat yang hadir sekitar 100 ribu orang mematuhi apa yang kita imbau sebelumnya untuk tertib berlalu lintas,” tegasnya.
Pasca berakhirnya Operasi Lilin Semeru, Polres Ponorogo memastikan upaya pengamanan dan pengawasan lalu lintas tetap dilanjutkan. Kegiatan kepolisian di lapangan akan diperkuat dengan langkah-langkah preventif, terutama melalui edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
“Untuk operasi di lapangan tetap kita jalankan, ditambah dengan tindakan preventif yakni sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas,” pungkas Dewo.
Evaluasi Operasi Lilin Semeru ini diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pengamanan lalu lintas ke depan. Selain itu, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas, khususnya saat momentum libur panjang. (end/kun)


Comments are closed.