Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 13 Bulan MengASIhi, Patricia Gouw: Menyusui Adalah Maraton Terpanjang dan Terindah dalam Hidupku

13 Bulan MengASIhi, Patricia Gouw: Menyusui Adalah Maraton Terpanjang dan Terindah dalam Hidupku

13-bulan-mengasihi,-patricia-gouw:-menyusui-adalah-maraton-terpanjang-dan-terindah-dalam-hidupku
13 Bulan MengASIhi, Patricia Gouw: Menyusui Adalah Maraton Terpanjang dan Terindah dalam Hidupku
service

Jakarta

Patricia Gouw kembali menyentuh hati banyak ibu lewat curahan hatinya tentang perjalanan menyusui putri pertamanya Zoe Harper Bertoli yang telah ia jalani selama 13 bulan. Bukan sekadar angka, bagi Patricia, 13 bulan menyusui adalah maraton panjang yang penuh air mata, perjuangan, kelelahan fisik, sekaligus cinta yang luar biasa.

“13 bulan kalau dilihat dari jauh mungkin kelihatannya cuman angka, tapi buat aku ini adalah maraton terpanjang, terlelah tapi terindah dalam hidupku,” kata Patricia Gouw dikutip dari laman akun Instagram @patriciagouw. 

Patricia Gouw juga mengaku perjalanan menyusui tidak berjalan mulus. Tangis karena kelelahan, badan yang hampir remuk, hingga harus mencuri waktu di berbagai tempat demi memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil menjadi bagian dari kesehariannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jujur perjalanan ga mulus, banyak hari aku tuh nangis karena capek. Aku harus curi waktu di toilet, di backstage, di konser bahkan di pesawat cuman demi memenuhi kebutuhan dia,” ucapnya. 

Selain itu, Patricia Gouw mengatakan salah momen terberatnya adalah saat mengambil keputusan untuk berhenti menyusui Si Kecil. Pada pukul 1.40 pagi, di tengah tubuh yang sudah sangat lelah, ia dihadapkan pada rasa bersalah yang bercampur dengan rasa sakit fisik yang tak bisa diabaikan.

Patricia menggambarkan perasaan itu sebagai perang batin yang seolah tidak ada habisnya. Di satu sisi ada keinginan untuk terus bertahan, di sisi lain tubuh dan mentalnya sudah berada di batas kemampuan.

“Waktu menunjukkan pukul 1.40 pagi, badan rasanya mau remuk dan ujian terberatnya datang pas aku harus mutusin berhenti. Ada rasa bersalah tapi ada juga rasa sakit fisik yang ga bisa dibohongi, rasa kayak perang batin yang nggak ada habisnya,” ucapnya.

Menariknya, Patricia Gouw menegaskan bahwa ia bisa bertahan hingga 13 bulan bukan karena dirinya hebat. Menurutnya, kekuatan itu datang karena ia memiliki “amunisi” yang tepat, terutama di saat-saat stres ketika produksi ASI tiba-tiba menurun.  

“Tapi kalau ditanya kok bisa kuat sampai 13 bulan, jawabannya bukan karena aku hebat tapi karena aku punya amunisi yang tepat di momen-momen stres dan produksi ASI tiba-tiba drop,”  kata perempuan 35 tahun ini. 

Di akhir caption, Patricia Gouw memberikan pesan hangat yang membuat banyak pembaca ikut mellow. Ia menegaskan bahwa setiap ibu memiliki perjalanan yang berbeda.

“Sumpah mellow sendiri, what a journey, tapi aslik ya.. Every mom’s journey itu beda-beda. So please, don’t compare yourself. (Setiap perjalanan seorang ibu itu berbeda-beda. Jadi, tolong jangan membandingkan dirimu dengan orang lain),” tuturnya. 

Istri Daniel Bertoli ini juga mengingatkan para ibu untuk melakukan apa yang paling benar bagi diri sendiri, bayi, dan kesehatan mental.

“U do u. Lakukan apa yang menurut kamu paling benar buat diri kamu, baby kamu, dan mental health kamu. No guilt. No pressure.” ucapnya. 

Menurut Patricia Gouw, menjadi ibu yang baik bukan tentang menyenangkan semua orang atau memenuhi ekspektasi sekitar. Tapi bagaimana membuat keputusan untuk diri sendiri dan keluarga. 

‘Being a good mom is not about pleasing everyone. It’s about making the best choice for your family. You’re doing great, mama. Always. (Menjadi ibu yang baik bukan tentang menyenangkan semua orang. Ini tentang membuat pilihan terbaik untuk keluargamu. Kamu sudah melakukan yang terbaik, Mama. Selalu),” tuturnya. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.