Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Inilah Ular Viper Biru, Ular Berbisa Asli Indonesia yang kini Populer Berkat Film Zootopia 2

Inilah Ular Viper Biru, Ular Berbisa Asli Indonesia yang kini Populer Berkat Film Zootopia 2

inilah-ular-viper-biru,-ular-berbisa-asli-indonesia-yang-kini-populer-berkat-film-zootopia-2
Inilah Ular Viper Biru, Ular Berbisa Asli Indonesia yang kini Populer Berkat Film Zootopia 2
service

Indonesia merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai spesies reptil yang memiliki warna dan karakteristik unik di habitat aslinya. Kepopuleran film animasi Zootopia 2 membawa dampak yang tidak terduga bagi dunia konservasi reptil di tanah air. Munculnya karakter Gary De’Snake, seekor ular biru yang ceria, telah memikat jutaan penonton di seluruh dunia. Karakter ini ternyata terinspirasi langsung dari sosok nyata Trimeresurus insularis atau yang dikenal sebagai ular viper biru. Spesies ini merupakan ular endemik yang berasal dari wilayah Kepulauan Sunda Kecil di Indonesia Timur, mulai dari Bali hingga Pulau Komodo. Keunikan warna biru langit yang mencolok menjadikannya salah satu ular paling estetis di dunia. Visualnya kini diadopsi menjadi tokoh layar lebar yang sangat populer. Kehadiran karakter Gary De’Snake dalam film Zootopia 2 membawa sorotan baru bagi Trimeresurus insularis, spesies endemik Indonesia Timur. Foto: Disney Namun, di balik keindahannya yang memukau, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan ahli herpetologi. Peningkatan permintaan pasar gelap terhadap viper biru melonjak tajam setelah film tersebut dirilis. Banyak orang yang awam terhadap risiko keselamatan mencoba memelihara ular ini karena terbuai citra ramah yang ditampilkan oleh tokoh animasi. Padahal, Trimeresurus insularis adalah predator yang memiliki bisa hemotoksik yang kuat. Gigitannya dapat menyebabkan pendarahan hebat, pembengkakan ekstrem, hingga kerusakan jaringan yang permanen. Kesadaran masyarakat akan status satwa ini sebagai hewan berbisa sangat krusial. Tren pop-kultur tidak boleh berujung pada ancaman kepunahan spesies di alam liar maupun risiko keselamatan manusia yang fatal. “Si Ular Langit” dari Tanah Naga Viper biru sering dijuluki sebagai “Ular Langit”…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.