Fri,8 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kue Apam, Kudapan Tradisional Khas Aceh yang Erat dengan Tradisi di Bulan Rajab

Kue Apam, Kudapan Tradisional Khas Aceh yang Erat dengan Tradisi di Bulan Rajab

kue-apam,-kudapan-tradisional-khas-aceh-yang-erat-dengan-tradisi-di-bulan-rajab
Kue Apam, Kudapan Tradisional Khas Aceh yang Erat dengan Tradisi di Bulan Rajab
service

Kue Apam, Kudapan Tradisional Khas Aceh yang Erat dengan Tradisi di Bulan Rajab


Kue apam adalah salah satu kudapan tradisional khas yang patut untuk Kawan coba ketika berkunjung ke daerah Aceh. Apalagi kudapan tradisional ini menjadi salah satu penganan yang erat kaitannya dengan tradisi yang digelar di bulan Rajab seperti saat sekarang.

Jika Kawan membayangkan kue apam seperti apem atau serabi, maka hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Selain mirip secara nama, bentuk kue apam memang mirip dengan kedua jenis jajanan tersebut.

Namun ada perbedaan antara kue apam dengan apem atau serabi yang ada di daerah lainnya. Perbedaan ini utamanya terletak pada bahan yang digunakan untuk membuat kudapan tradisional khas Aceh tersebut.

Untuk lebih jelasnya, Kawan bisa menyimak ulasan terkait kue apam khas Aceh dalam artikel berikut ini.

Asal Usul Kue Apam

Pada dasarnya, kue apam merupakan sejenis penganan yang terbuat dari tepung beras, santan, dan garam. Umumnya kudapan tradisional ini banyak dijumpai di daerah Pidie, Aceh.

Tahukah Kawan, ternyata keberadaan kue apam memiliki riwayat panjang di tengah masyarakat Aceh. Dikutip dari buku Cut Ida Agustina yang berjudul Apam Aceh, kudapan ini dipercaya datang dari tanah Arab dulunya.

Menurut cerita, dulunya ada salah seorang dari Aceh yang pergi berhaji ke Arab. Di sana dia melihat banyak orang Arab membagikan roti yang berukuran cukup besar sambil menyebut “afwan.”

Orang Aceh ini kemudian membawa roti itu pulang ke tanah air. Selama perjalanan, roti yang awalnya besar tersebut hanya tinggal seukuran telapak tangan.

Roti ini kemudian dikenal dengan nama “Afam” atau “Apam.” Ketika orang yang berhaji ini meninggal dunia, masyarakat setempat kemudian membuat kue apam untuk mengenangnya.

Selain itu, ada juga cerita yang meyakini jika kue apam berasal dari India. Apalagi banyak masyarakat keturunan Gujarat, India yang mendiami daerah tersebut.

Hal ini berdasarkan dengan bentuk kue apam yang mirip appam, salah satu panganan yang berasal dari India.

Mirip dengan Apem atau Serabi

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel, kue apam memiliki kemiripan dengan apem atau serabi. Namun ada perbedaan antara kue apam dengan kedua jenis kudapan lainnya tersebut.

Perbedaan ini terdapat pada bahan dasar yang digunakan untuk membuat kue apam. Kudapan khas Aceh ini menggunakan tepung beras sebagai bahan utamanya, berbeda dengan apem atau serabi yang biasanya memakai tepung terigu.

Selain itu, kue apam juga tidak menggunakan ragi dalam proses membuatnya. Kue apam juga tidak menggunakan kuah yang terbuat dari gula aren selayaknya serabi atau apem.

Disajikan dalam Tradisi di Bulan Rajab

Selain menjadi kudapan yang dikonsumsi saat waktu luang, kue apam juga memiliki kaitan erat dengan tradisi dan budaya yang ada di tengah masyarakat Aceh. Kudapan ini sering kali disajikan dalam berbagai momen penting di tengah masyarakat, seperti kenduri, pernikahan, atau saat momen Ramadan.

Selain itu, kue apam juga menjadi salah satu kudapan dengan tradisi Teut Apam yang diselenggarakan di setiap bulan Rajab. Tidak hanya itu, kue apam juga sudah menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari daerah yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah tersebut.

Keberadaan kue apam di berbagai acara ini juga berkaitan dengan cara mengonsumsinya. Sebab terdapat dua cara memakan kue apam yang umum dijumpai di tengah masyarakat.

Pertama, cara memakan kue apam biasanya disantap bersama kelapa parut dan taburan gula pasir. Cara ini banyak dijumpai ketika kudapan tersebut dihidangkan dalam acara kenduri orang meninggal.

Sementara itu, cara kedua adalah disantap bersama kuah tuhe. Kuah tuhe adalah kuah yang terbuat dari santan yang dimasak bersama pisang dan nangka.

Cara ini banyak dijumpai ketika kue apam disajikan dalam kenduri bulan Rajab di tengah masyarakat Aceh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.