Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Songgo Buwono, Makanan Tradisional Khas dari Yogyakarta yang Bernuansa Budaya Barat

Songgo Buwono, Makanan Tradisional Khas dari Yogyakarta yang Bernuansa Budaya Barat

songgo-buwono,-makanan-tradisional-khas-dari-yogyakarta-yang-bernuansa-budaya-barat
Songgo Buwono, Makanan Tradisional Khas dari Yogyakarta yang Bernuansa Budaya Barat
service

Songgo Buwono, Makanan Tradisional Khas dari Yogyakarta yang Bernuansa Budaya Barat


Songgo buwono adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari Yogyakarta. Meski berasal dari Yogyakarta, makanan ini ternyata tidak sepenuhnya berasal dari latar belakang budaya Jawa.

Seperti yang Kawan ketahui, banyak makanan tradisional di Indonesia yang tercipta dari akulturasi budaya yang terjadi di suatu daerah. Hal ini membuat makanan tradisional tersebut memiliki ciri khasnya tersendiri dan berbeda dengan daerah asal budaya yang memengaruhi terbentuknya kuliner tersebut.

Hal yang sama juga berlaku pada songgo buwono. Makanan yang dulunya dikenal sebagai santapan para priayi di Keraton Yogyakarta juga tercipta dari akulturasi dua budaya berbeda di masa lalu.

Lantas bagaimana ulasan lebih lanjut seputar songgo buwono, salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari daerah Yogyakarta tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Songgo Buwono, Makanan Tradisional Khas dari Yogyakarta

Songgo buwono merupakan salah satu kuliner berbentuk roti yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kudapan ini memiliki berbagai macam komponen tambahan dalam setiap penyajian.

Sekilas songgo buwono memiliki kemiripan dengan kue sus. Apalagi kedua kuliner yang berbentuk roti ini juga sama-sama memiliki isian di dalamnya.

Namun isian yang digunakan dalam songgo buwono inilah yang menjadi pembeda dengan apa yang bisa Kawan jumpai di kue sus. Biasanya kue sus memiliki isian vla vanila di dalamnya.

Lain halnya dengan songgo buwono yang menggunakan ragout sebagai isian. Ragout sendiri merupakan potongan berbagai macam sayuran, seperti kentang, wortel, bawang putih dan bombay serta daging ayam yang sudah dibumbui.

Nantinya isian ragout ini akan ditambah dengan menggunakan saus mustard yang berbahan dasar mentega dan kuning telur yang dihancurkan. Ada juga beberapa pelengkap yang juga disajikan dalam satu hidangan songgo buwono, seperti acara timun, selada, tomat, dan telur rebus.

Tercipta dari Akulturasi Dua Budaya

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel, songgo buwono dulunya tercipta dari akulturasi dua budaya berbeda, yakni Jawa dan Eropa. Dinukil dari laman Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, pembuatan songgo buwono ini dulunya tercetus pada masa Sri Sultan Hamengkubuwana VIII.

Keraton Yogyakarta yang pada waktu itu berinteraksi dengan pihak Belanda membuat adanya akulturasi budaya. Kuliner bernuansa Eropa, seperti songgo buwono akhirnya disajikan pada saat acara maupun hajat khusus yang digelar pada waktu itu.

Dulunya songgo buwono hanya bisa dinikmati oleh kalangan priayi saja. Terlebih makanan tradisional khas Yogyakarta ini hanya disajikan saat momen tertentu saja, seperti pernikahan kerajaan dan lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu, songgo buwono bisa dinikmati oleh siapa saja. Oleh sebab itu, makanan tradisional yang satu ini bisa menjadi salah satu rujukan kuliner yang patut Kawan coba ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Makna dan Nilai Filosofis yang Terkandung di Dalamnya

Selain menjadi kudapan yang dikonsumsi pada waktu tertentu, songgo buwono ternyata juga memiliki nilai dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Nama dari kuliner yang satu ini sendiri memiliki arti dan makna yang mendalam.

Dinukil dari buku Redy Kuswanto yang berjudul Jajanan Pasar Khas Yogyakarta, nama kuliner ini terdiri dari dua kata berbeda, yakni “Songgo” dan “Buwono”

Kata “Songgo” dimaknai sebagai penyangga. Sementara itu, kata “Buwono” bermakna penyangga kehidupan.

Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan songgo buwono juga memiliki nilai filosofisnya tersendiri. Selada yang digunakan dalam kuliner ini menjadi simbol tumbuhan yang menyangga bumi.

Kue sus dalam songgo buwono menjadi lambang dari bumi itu sendiri. Sementara itu, ragout yang menjadi isiannya menjadi simbol penduduk yang ada di bumi.

Mayones atau saus mustard serta acar timun dilambangkan sebagai langit dan bintang. Terakhir, telur rebus menjadi simbol dari gunung yang ada di bumi.

Secara keseluruhan, makanan tradisional khas dari Yogyakarta ini menjadi simbol gambaran dari bumi, langit, dan semua isi yang ada di dalamnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.