Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

kupi-berakar-dari-gerakan-perempuan-islam-sejak-1990-an
KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an
service

Mubadalah.id – Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan gerakan kolektif yang memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi Islam Indonesia. Gerakan ini tumbuh dari berbagai inisiatif perempuan muslim sejak awal 1990-an.

Mengutip laman Kupipedia, KUPI hadir sebagai upaya mewujudkan visi keadilan relasi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam. Gerakan ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi kerja-kerja masyarakat muslim yang memperjuangkan hak dan martabat perempuan.

Secara historis, embrio KUPI dapat ditelusuri dari organisasi-organisasi perempuan di dua ormas besar Islam Indonesia. Dari Nahdlatul Ulama, terdapat Fatayat dan Muslimat. Sementara dari Muhammadiyah, muncul Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

Pada awal 1990-an, berbagai diskursus mengenai hak-hak perempuan mulai berkembang. Sejumlah lembaga dan komunitas muncul untuk membahas isu perempuan dalam Islam. Gerakan ini menjadi wadah alternatif bagi perempuan muslim untuk mengartikulasikan pengalaman dan aspirasi mereka.

“Pada masa itu, isu perempuan mulai mendapat ruang, tetapi masih sangat terbatas. Kehadiran gerakan ini menjadi penting untuk mengisi kekosongan tersebut.”

Diskursus ini tidak hanya berkembang di ranah akademik, tetapi juga merambah ke pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Banyak program, KUPI lakukan untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan hak-haknya, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, dan partisipasi publik.

KUPI kemudian hadir sebagai titik temu berbagai inisiatif tersebut. Gerakan ini mempertemukan ulama perempuan dari berbagai latar belakang untuk membangun wacana keislaman yang lebih adil dan berperspektif gender.

Sebagai sebuah gerakan, KUPI tidak hanya berfokus pada produksi fatwa, tetapi juga pada penguatan jaringan, pendidikan publik, dan advokasi sosial.

Bahkan, ke depan, KUPI dapat terus memperluas pengaruhnya dalam membentuk pemikiran Islam yang lebih responsif terhadap realitas sosial. Dengan akar sejarah yang kuat, gerakan ini memiliki modal besar untuk terus berkembang.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.