Ditulis oleh Yunila Wati •
KABARBURSA.COM – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp458 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 15 April 2026.
Total dividen yang disetujui mencapai Rp881,5 miliar, bersumber dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,47 triliun. Keputusan ini langsung menempatkan distribusi laba AALI pada skala yang signifikan dalam satu periode buku.
Pembagian dividen dilakukan dalam dua tahap yang sudah berjalan dan akan segera berlanjut. Sebesar Rp123 per saham atau Rp236,7 miliar telah lebih dulu dibayarkan sebagai dividen interim kepada pemegang saham pada awal 2026.
Adapun sisa Rp335 per saham atau setara Rp644,77 miliar akan didistribusikan sebagai dividen final dalam waktu dekat.
Rangkaian jadwal pembagian dividen mulai memasuki tahap pelaksanaan pada akhir April 2026. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April, disusul ex dividen pada 24 April serta recording date pada 27 April.
Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026 sebagai tahap akhir distribusi.
Kinerja Keuangan AALI
Dari sisi fundamental, pembagian dividen ini ditopang oleh struktur keuangan yang tercatat dalam laporan tahunan perusahaan. AALI membukukan total ekuitas sebesar Rp24,15 triliun dengan saldo laba ditahan mencapai Rp18,55 triliun.
Posisi tersebut menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menjaga distribusi laba di tengah kinerja yang tercatat sepanjang 2025.
Besaran dividen yang dibagikan juga mencerminkan proporsi signifikan terhadap laba bersih yang diperoleh. Dengan total laba Rp1,47 triliun dan dividen Rp881,5 miliar, distribusi yang dilakukan mencakup porsi besar dari hasil usaha perusahaan.
Nilai dividen per saham yang ditetapkan juga berada di atas dividen interim yang telah lebih dulu dibayarkan.
Kinerja Saham Stabil
Di sisi perdagangan saham, AALI menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil dalam sesi 17 April 2026. Harga saham ditutup di level Rp8.250 atau naik Rp100 setara 1,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp8.150.
Sepanjang sesi, saham bergerak dalam rentang Rp8.150 hingga Rp8.300 dengan harga pembukaan di Rp8.150.
Rentang pergerakan tersebut mencerminkan pola konsolidasi dalam aktivitas intraday. Fluktuasi harga berlangsung dalam kisaran terbatas tanpa perubahan signifikan sepanjang sesi perdagangan. Pergerakan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pembagian dividen yang baru saja diumumkan.
Jika dilihat dari posisi jangka menengah, harga saham AALI masih berada di bawah level tertinggi 52 minggu di Rp9.000. Di sisi lain, posisi tersebut tetap berada jauh di atas level terendah 52 minggu di Rp5.575. Rentang ini menunjukkan ruang pergerakan harga dalam periode yang lebih panjang.
Dari sisi valuasi, AALI diperdagangkan pada price to earnings ratio (P/E) sebesar 10,79 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15,88 triliun. Dividen yield tercatat di kisaran 3,72 persen berdasarkan harga pasar saat ini.
Data ini menempatkan AALI dalam kelompok emiten sawit dengan distribusi dividen yang konsisten dalam periode berjalan.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.