Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,10 triliun. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sekitar 92 persen dari laba bersih, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Manajemen BBRI menyampaikan bahwa total dividen tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 April 2026. Keputusan ini menjadi dasar pembagian dividen kepada pemegang saham.
“Sebesar Rp52,10 triliun atau Rp346 per saham ditetapkan sebagai dividen tunai, termasuk dividen interim yang telah dibagikan sebelumnya,” sebagaimana tertuang dalam risalah RUPS, dikutip Jumat, 17 April 2026.
Dari total tersebut, BBRI telah lebih dulu membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham pada Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada investor tercatat sebesar Rp209 per saham.
“Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp31,47 triliun atau Rp209 per saham,” mengacu pada dokumen resmi perusahaan .
Mengacu pada harga saham pada periode pengumuman, dividen final tersebut mengindikasikan potensi imbal hasil atau dividend yield sekitar 6,2 persen. Angka ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai daya tarik saham BBRI.
Riset Stockbit Sekuritas Digital menyebutkan bahwa besaran dividen tersebut mencerminkan kebijakan distribusi laba yang agresif. Yield yang dihasilkan dari dividen final menjadi salah satu indikator penting bagi investor.
“Dividen final Rp209 per saham mengindikasikan yield sekitar 6,2 persen berdasarkan harga saham saat ini,” tulis riset Stockbit Sekuritas Digital.
Selain besaran dividen, investor juga perlu mencermati jadwal pembagian yang telah ditetapkan. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 April 2026, sementara ex dividen berlangsung pada 21 April 2026.
Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 22 April 2026 dan ex dividen pada 23 April 2026. Adapun tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen atau recording date berada pada 22 April 2026.
“Pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 8 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat,” sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi pembagian dividen .
Mekanisme pembayaran dilakukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bagi pemegang saham yang menyimpan saham dalam penitipan kolektif. Sementara itu, bagi pemegang saham di luar sistem tersebut, pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing.
Di sisi lain, aspek perpajakan juga menjadi perhatian dalam pembagian dividen ini. Dividen dapat dikecualikan dari objek pajak bagi wajib pajak tertentu, dengan ketentuan reinvestasi sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan struktur pembagian tersebut, investor mencermati tiga aspek utama, yakni besaran dividen final, potensi yield, serta jadwal cum dan pembayaran. Ketiga faktor tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi terkait momentum dividen BBRI pada 2026.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.