Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Alissa Wahid Ingatkan Cara Pemilihan Caketum PBNU Dipilih Muktamirin, Bukan Turuti Ambisi Calon

Alissa Wahid Ingatkan Cara Pemilihan Caketum PBNU Dipilih Muktamirin, Bukan Turuti Ambisi Calon

alissa-wahid-ingatkan-cara-pemilihan-caketum-pbnu-dipilih-muktamirin,-bukan-turuti-ambisi-calon
Alissa Wahid Ingatkan Cara Pemilihan Caketum PBNU Dipilih Muktamirin, Bukan Turuti Ambisi Calon
service

Jombang, Arina.id — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid, mengingatkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam forum Muktamar itu untuk kepentingan jangka panjang, sehingga mekanisme pemilihan calon ketum dipilih muktamirin. 

“Saya hanya ingin mengingatkan saja bahwa peraturan yang kita buat ini untuk kepentingan jangka panjang. Karena itu mekanisme yang kita pilih harus mekanisme yang dipilih oleh muktamirin, bukan mempertimbangkan para calon-calon (ketum) yang lain,” kata Alissa Wahid dalam Sidang pleno III Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu 29 Agustus 2026.

Sebelumnya, Calon Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa meminta mekanisme pemilihan Ketua Umum dilakukan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) hal itu atas kesepakatan nama Caketum yang beredar.

Lima calon tersebut adalah KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). “Hanya ada enam ya kita tahu, lima sudah bersepakat pemilihan lewat AHWA,” katanya dalam forum yang sama.

Ia menjelaskan salah satu pertimbangan utama kesepakatan ini adalah keinginan agar kepemimpinan NU ke depan khususnya di jajaran Tanfidziyah merupakan hasil gabungan antara mekanisme pemilihan (election) dan seleksi (selection) bukan murni sistem pemilihan tanpa proses penyaringan.

“Kita ingin kepemimpinan NU ke depan terutama di Tanfidziyah gabungan antara election dan selection. Tidak election murni, tidak sistem pemilihan murni tapi tidak ada seleksi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan usulan mekanisme ini bermula dari dirinya bersama Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir dengan skema keterlibatan PCNU sejak tahap pengusulan nama, sebelum akhirnya diseleksi oleh Rais Aam dan AHWA.

Kiai Zulfa mengatakan skema ini dinilai penting untuk menjaga keselarasan antara Tanfidziyah selaku unsur pelaksana kebijakan dengan Syuriyah selaku pemegang otoritas tertinggi di NU. 

Menurutnya, dengan mekanisme penunjukan melalui AHWA supremasi Syuriyah akan lebih kuat, termasuk dalam hal evaluasi apabila Ketua Umum Tanfidziyah dinilai melakukan hal yang melanggar arahan Syuriyah.

“Tanfidziyah itu pada hakikatnya adalah pelaksana dari segala kebijakan-kebijakan yang dirumuskan oleh Syuriyah. Dia tidak boleh kemudian tidak searah, tidak seiring dengan Syuriyah. Dengan sistem penunjukan AHWA maka supremasi Syuriyah akan sangat kuat,” katanya menegaskan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.