Tue,21 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Alissa Wahid: Pesantren Punya Peran Strategis dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri

Alissa Wahid: Pesantren Punya Peran Strategis dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri

alissa-wahid:-pesantren-punya-peran-strategis-dalam-pendidikan-kesehatan-reproduksi-santri
Alissa Wahid: Pesantren Punya Peran Strategis dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri
service

Cirebon, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Alissa Wahid, menegaskan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi tidak boleh dipahami hanya sebagai pembahasan mengenai seksualitas atau perilaku seksual.

Menurutnya, kesehatan reproduksi mencakup berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kualitas hidup, mulai dari stunting, anemia, hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi.

“Soal stunting, angka kematian ibu dan bayi, juga anemia, itu semua bagian dari kesehatan reproduksi. Jadi, tidak terfokus hanya pada persoalan perilaku seksual saja,” ujar Alissa dalam Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri yang digelar PBNU melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Menurut Alissa, masih banyak penolakan terhadap pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren karena materi tersebut dianggap identik dengan pembahasan mengenai perilaku seksual. Padahal, anggapan itu tidak tepat.

Ia menjelaskan, anggapan pertama yang sering muncul adalah bahwa pendidikan kesehatan reproduksi akan memperkenalkan perilaku seksual kepada santri. Sementara itu, anggapan kedua menyebut materi tersebut sebenarnya telah diajarkan melalui kitab-kitab fiqih.

Padahal, menurut Alissa, pembahasan dalam fikih lebih banyak berkaitan dengan aspek hukum, seperti haid, nifas, dan proses reproduksi perempuan. Sementara itu, isu kesehatan seperti anemia, pencegahan stunting, kesehatan ibu, maupun kaitannya dengan kualitas generasi yang akan lahir belum banyak dibahas sebagai bagian dari pendidikan kesehatan reproduksi.

Karena itu, ia menilai pesantren memiliki posisi yang sangat strategis untuk menghadirkan pendidikan kesehatan reproduksi secara lebih komprehensif. Pasalnya, pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga pengasuhan.

“Pesantren menggantikan peran orang tua. Anak diserahkan secara utuh kepada pesantren sehingga fungsi pendidikan dan pengasuhan berjalan bersamaan,” katanya.

Menurut Alissa, peran tersebut memberikan kesempatan besar bagi pesantren untuk membentuk pengetahuan, karakter, dan perilaku hidup sehat para santri sejak dini.

“Jika aspek kesehatan reproduksi tidak diajarkan secara utuh, santri berpotensi menyelesaikan pendidikan tanpa memahami persoalan-persoalan penting yang berkaitan dengan kesehatan dirinya maupun keluarganya di masa depan,” jelasnya.

Pesantren, lanjut Alissa, memiliki peran yang sangat strategis dalam mempersiapkan generasi yang mampu membangun kehidupan keluarga yang sehat pada masa depan.

“Karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi harus dipahami secara utuh, bukan hanya dipersempit menjadi persoalan seksualitas,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.