Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Angel, Gadis Buta yang Baru Pertama Pegang Komputer saat Ujian, Kini Lolos UGM Lewat SNBT

Angel, Gadis Buta yang Baru Pertama Pegang Komputer saat Ujian, Kini Lolos UGM Lewat SNBT

angel,-gadis-buta-yang-baru-pertama-pegang-komputer-saat-ujian,-kini-lolos-ugm-lewat-snbt
Angel, Gadis Buta yang Baru Pertama Pegang Komputer saat Ujian, Kini Lolos UGM Lewat SNBT
service

Angela Electra Vega Suseno, mahasiswa baru penyandang tunanetra yang diterima di Prodi Sosiologi Fisipol UGM lewat jalur SNBT.


Angela Electra Vega Suseno mengaku baru pertama kali pegang komputer saat tes masuk perguruan tinggi. Bukan berlebihan. Angel buta total sejak kecil, sehingga urusan komputer memang bukan sesuatu yang biasa dia jamah sehari-hari.

Meski baru pertama kali, Angel bisa langsung lolos SNBT. Padahal, ujian masuk perguruan tinggi itu seluruhnya berbasis komputer.

Dan uniknya, sebelum ujian dimulai, Angel hanya mendapat kisi-kisi shortcut seadanya, yakni Alt+A untuk balik ke soal sebelumnya dan kursor untuk mengarahkan pilihan jawaban. Itu saja modalnya.

“Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan,” kata Angel, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (3/7).

Dengan kemampuan komputer yang seadanya, gadis 17 tahun asal Yogyakarta itu diterima di Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada, lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes.

Bukan Braille, Angel Belajar Lewat Suara

Lantas, bagaimana cara Angel belajar soal-soal SNBT? Bukan Braille jawabannya.

Meski kawan tuli diidentikkan dengan Braille, Angel tidak menggunakan cara itu untuk belajar. Ia memilih untuk belajar menggunakan audio. Selama menempuh pendidikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, ia belajar menggunakan screen reader. Ini adalah aplikasi yang mampu mengubah tulisan di layar jadi suara.

“Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.

Screen reader sendiri sudah lama jadi alat bantu standar buat penyandang vision low maupun tunanetra di banyak negara. Alat ini digunakan sebagai pelengkap atau bahkan pengganti Braille untuk mengakses dokumen digital.

Cara ini juga yang Angel pakai buat persiapan SNBT. Angel belajar lewat kanal YouTube bernama Laksana Rangkuman Audio UTBK. Kanal itu berbasis audio, sehingga mudah diakses tanpa perlu bantuan orang lain buat membacakan materi.

Memanfaatkan screen reader adalah salah satu bagian dari bentuk upaya kemandiriannya. Sebab, sejak SD, Angel selalu punya pendamping khusus. Di setiap kegiatan sekolah atau pelajaran di kelas, Angel selalu didampingi.

Baru ketika SMA, untuk pertama kalinya Angel belajar dan berinteraksi tanpa pendamping di sampingnya. Keberaniannya itulah yang mengantarkan dirinya tembus di salah satu kampus terbaik di Yogyakarta.

“Sehingga saya enggak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti sampai lulus, terus tenang,” ucapnya.

Keluarga Angel Isinya Lulusan UGM

Angel bisa dibilang pure blood UGM. Ia bukan orang pertama dari keluarganya yang masuk UGM. Ayahnya alumni Teknik Elektro UGM, sedangkan ibunya dari MIPA Ilmu Komputer UGM. Dua kakaknya juga lulusan UGM, satu dari D4 Teknologi Rekayasa Internet, satu lagi dari FKKMK.

“Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini juga mimpi sejak SMP,” cerita Angel.

Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, diterimanya Angel di Program Studi Sosiologi melengkapi daftar alumni UGM di keluarganya.

Meskipun sama-sama di Univeritas Gadjah Mada, Angel punya perbedaan. Ia lebih tertarik pada rumpun humaniora, di tengah keluarganya yang mayoritas jebolan rumpun saintek. Walaupun, jurusan Sosiologi sebenarnya bukan pilihan pertama Angel dari awal. Ini rekomendasi gurunya, yang melihat ada kecocokan antara minat Angel dan bidang itu.

Setelah ditelusuri lebih dalam, Angel makin yakin dengan rekomendasi tersebut. Ia tertarik dengan sisi risetnya, sesuatu yang sudah dia coba lewat lomba-lomba esai meski belum pernah menang.

“Setelah saya baca-baca lagi itu ternyata sosiologi menarik banget karena di situ ada penelitian-penelitian. Sebelumnya pernah ikut lomba-lomba esai, tetapi belum pernah menang. Jadi pengen coba lagi di kuliah,” katanya.

PR yang Masih Menunggu di Kampus

Lolos SNBT bukan berarti perjuangan Angel selesai. Angel sendiri mengaku khawatir soal cara bertahan di lingkungan kuliah yang beda jauh dari sekolah.

Untuk itu, dia berencana gabung Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, unit resmi kampus yang memang dibentuk untuk mendampingi mahasiswa disabilitas selama masa studi. Dia juga tertarik masuk komunitas berbasis riset, biar sejalan dengan minatnya di Sosiologi.

Sebagai informasi, Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM merupakan unit yang dibentuk Universitas Gadjah Mada untuk memberikan layanan, pendampingan, dan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus. Kehadiran ULD bertujuan memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara dalam mengikuti seluruh proses pendidikan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga menyelesaikan studi.

ULD membantu mengidentifikasi kebutuhan setiap mahasiswa penyandang disabilitas melalui asesmen sehingga bentuk dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Layanan yang disediakan meliputi pendampingan akademik, konsultasi, advokasi kepada fakultas dan program studi, penyediaan pendamping sebaya (peer support), serta rujukan kepada tenaga profesional apabila diperlukan.

Unit ini juga berperan dalam mengoordinasikan penyediaan akomodasi yang layak, seperti penyesuaian metode pembelajaran, materi kuliah yang mudah diakses, maupun penyesuaian pelaksanaan ujian sesuai kebutuhan mahasiswa.

Melalui Unit Layanan Disabilitas, UGM berupaya mewujudkan kampus yang inklusif, yaitu lingkungan pendidikan yang tidak hanya membuka akses bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menyediakan dukungan yang memungkinkan mereka belajar, berpartisipasi, dan mengembangkan potensi secara optimal tanpa mengalami diskriminasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.