Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Antara Laut, Kebun dan Sagu: Geliat Hidup Warga Teluk Wondama

Antara Laut, Kebun dan Sagu: Geliat Hidup Warga Teluk Wondama

antara-laut,-kebun-dan-sagu:-geliat-hidup-warga-teluk-wondama
Antara Laut, Kebun dan Sagu: Geliat Hidup Warga Teluk Wondama
service

Di saat perempuan seusianya memilih beristirahat, Oktovina Kareway (70) masih bisa gesit mendayung perahu kayunya. Guratan keriput di wajahnya seakan jadi bukti bahwa laut adalah teman abadi sepanjang hidupnya. Bersama suaminya, Piet Awi Ramandey (73), di pesisir laut itu ia menerapkan aturan yadup—sebuah bentuk perlindungan terhadap sumber daya alam yang dilakukan secara pribadi. Mereka berdua tinggal di Kampung Aisandami, Distrik Teluk Duairi, Teluk Wondama, Papua Barat. “Torang di sini ambil [hasil laut] secukupnya saja. Pulang, ikan harus ada di atas piring makan. Itu sudah,” ucapnya. Ikan-ikan karang seperti bobora jadi pancingan utamanya. Apa yang dilakukan Oktovina dan Piet mencerminkan sistem kehidupan lokal warga di pesisir—tidak menghabiskan, tapi mengambil secukupnya. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Wondama 2025, produksi perikanan tangkap tahun 2024 mencapai 4.059 ton, atau setara Rp130,67 miliar. Selain hasil laut, ekonomi warga kabupaten ini juga ditopang dari hasil pertanian. Di tahun yang sama, BPS mencatat produksi pangan lokal seperti ubi kayu 1.957 ton, ubi jalar 1.028 ton, jagung 1.112 ton, dan padi ladang 172 ton. Demikian pula dengan sagu—makanan pokok tradisional orang Papua—yang produksinya meningkat. Data Dinas Pertanian Teluk Wondama (2022) mencatat kenaikan dari 3,50 ton (2020) menjadi 9,8 ton (2022). Sementara itu, BPS juga menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar per jiwa di Wondama diperlukan sekitar Rp710.854 per bulan. Jika di tingkat makro tren perkembangannya tampak positif, bagaimana dengan kondisi di tingkat rumah tangga? Apakah warga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya? Oktovina Kareway (70), seorang warga Aisandami, Kabupaten Teluk Wondama. Meski telah berusia lanjut,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.