Pohon yang roboh atau miring ternyata mampu meluruskan dirinya sendiri berkat sebuah sistem di dalam batangnya yang bekerja persis seperti otot. Sebuah studi baru berhasil melacak mekanisme di balik kemampuan ini, yang oleh para peneliti digambarkan sebagai sistem sensorimotor yang beroperasi langsung di jaringan kayu. Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Institut Nasional Penelitian Pertanian, Pangan, dan Lingkungan Prancis (INRAE) ini melanjutkan temuan tahun 2012 yang pertama kali menunjukkan bahwa tumbuhan memiliki proprioseptif, yaitu kemampuan mengenali posisi bagian tubuhnya sendiri di ruang, kemampuan yang selama ini dianggap hanya dimiliki hewan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa indra ini membantu tumbuhan menjaga postur dan tetap tegak, namun mekanisme biologis yang menggerakkannya belum terungkap, hingga penelitian terbaru ini menemukan “otot” yang selama ini bekerja diam-diam menarik batang pohon kembali ke posisi lurus. Menyingkirkan Gravitasi dan Cahaya untuk Menemukan Otot Tersembunyi Tumbuhan tidak hanya merespons satu sinyal saja. Mereka bereaksi terhadap gravitasi, cahaya, dan bentuk tubuhnya sendiri, sehingga sulit mengisolasi dan mempelajari satu indra secara terpisah. Untuk memisahkan proprioseptif dari faktor-faktor lain itu, peneliti merancang eksperimen yang menghilangkan pengaruh arah gravitasi dan cahaya sepenuhnya. Mereka menempatkan pohon poplar muda pada platform horizontal yang berputar terus-menerus pada porosnya, di dalam sebuah bola yang diterangi merata dari segala arah. Dengan arah gravitasi dihilangkan dan cahaya datang seimbang dari semua sisi, setiap gerakan koreksi diri yang tersisa dapat dikaitkan langsung dengan indra internal pohon terhadap bentuk tubuhnya sendiri. Pohon poplar putih (Populus alba), salah satu spesies induk dari hibrida Populus tremula x alba yang digunakan dalam eksperimen tension…This article was originally published on Mongabay
Pohon Roboh Bisa Bangkit Sendiri, Ada “Otot” yang Menariknya Kembali Tegak
Pohon Roboh Bisa Bangkit Sendiri, Ada “Otot” yang Menariknya Kembali Tegak





Comments are closed.