Arina.id – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Rabu (8/7) waktu setempat. Operasi terbaru ini menandai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada bulan lalu telah “berakhir”.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas serangan yang disebut sebagai agresi tidak beralasan terhadap kapal-kapal dagang dan awak sipil yang melintasi jalur pelayaran internasional tersebut.
“Operasi ini dilakukan untuk mengurangi kemampuan Iran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz sekaligus meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi terbaru terhadap kapal komersial dan awak sipil yang melintasi perairan internasional yang vital,” demikian pernyataan CENTCOM.
Di tengah berlangsungnya operasi militer, Presiden Donald Trump mengunggah serangkaian video dan foto melalui media sosial Truth Social yang memperlihatkan bangunan-bangunan terbakar. Trump menyebut gambar tersebut sebagai “pembalasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran pada hari sebelumnya.”
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen bahwa rekaman yang dibagikan Trump benar-benar memperlihatkan situasi di Iran pada Rabu malam waktu setempat.
Serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah militer Amerika Serikat menggempur sejumlah target di Iran pada Selasa malam. Aksi tersebut kemudian dibalas Iran dengan melancarkan serangan ke wilayah Bahrain dan Kuwait, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk.
Eskalasi militer juga memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas dunia. Gangguan terhadap lalu lintas di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global serta memicu gejolak harga minyak internasional.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai dampak serangan terbaru Amerika Serikat maupun jumlah korban yang ditimbulkan. Situasi di kawasan Timur Tengah pun masih terus berkembang seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.





Comments are closed.