Hampir setiap malam menjelang panen, Arkham dan petani lain di Desa Pundakit Timur, Pulau Bawean, harus berjaga. Kawanan babi kutil turun dari hutan, memasuki ladang, dan memakan padi, jagung, singkong, serta pisang yang sudah mereka rawat berbulan-bulan. Bagi para petani, babi kutil adalah hama. Bagi para ilmuwan, ia adalah salah satu mamalia paling terancam punah di dunia. Babi kutil Bawean (Sus verrucosus blouchi) adalah satwa endemik Pulau Bawean, sebuah pulau kecil seluas 196,3 kilometer persegi di Laut Jawa, bagian dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur. IUCN menetapkan statusnya sebagai Endangered atau terancam punah. Populasinya diperkirakan antara 172 hingga 467 individu, tersebar di hutan lindung seluas hanya 46,6 kilometer persegi. Mark Rademaker dari VHL University of Applied Sciences Belanda, yang melakukan survei menggunakan 100 kamera jebak pada 2016, menyebut spesies ini sebagai salah satu babi paling langka di dunia. Ciri fisiknya khas: surai memanjang dari kepala hingga ekor sepanjang tulang belakang, dan tiga pasang tonjolan daging mengeras di sekitar moncong. Kutil seukuran buah anggur itu hanya dimiliki babi jantan, dan menjadi penanda spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Ancaman terhadapnya datang dari beberapa arah sekaligus. Faldy Devalen Fehabtoro, Ketua Binaya Foundation yang meneliti ekologi babi kutil Bawean sepanjang Januari hingga Maret 2025, menemukan tanda-tanda perburuan liar di dalam kawasan cagar alam dan suaka margasatwa: jejak anjing pemburu, jerat sling baja, benang, dan tombak. Sebagian warga desa penyangga memburu babi kutil dengan dalih mengendalikan hama, bahkan di dalam kawasan yang seharusnya dilindungi. Penebangan liar memperparah situasi. Kayu buluh (Irvingia malayana)…This article was originally published on Mongabay
Babi Kutil Bawean: Salah Satu Babi Paling Langka di Dunia, Terancam dari Segala Arah
Babi Kutil Bawean: Salah Satu Babi Paling Langka di Dunia, Terancam dari Segala Arah





Comments are closed.