Fri,31 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Bahlil Sebut Pemadaman Listrik Dipicu Kendala Teknis, Bukan Krisis Batu Bara

Bahlil Sebut Pemadaman Listrik Dipicu Kendala Teknis, Bukan Krisis Batu Bara

bahlil-sebut-pemadaman-listrik-dipicu-kendala-teknis,-bukan-krisis-batu-bara
Bahlil Sebut Pemadaman Listrik Dipicu Kendala Teknis, Bukan Krisis Batu Bara
service

KABARBURSA.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tudingan bahwa pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah terjadi akibat kelangkaan pasokan batu bara nasional.

Bahlil menegaskan bahwa alokasi produksi batubara domestik sangat melimpah. Ia mengungkapkan, total alokasi yang disiapkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) untuk kebutuhan PLN jauh melampaui target riil korporasi.

“Batu bara tidak ada kelangkaan. Kebutuhan PLN itu setahun 154 juta metrik ton. Dari jumlah itu, Ditjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan pemegang konsesi batu bara sebesar 180 sampai 190 juta metrik ton,” ujar dia dalam keterangannya kepada media, dikutip Minggu,, 21 Juni 2026.

Dari total penugasan jumbo yang disiapkan pemerintah, manajemen PLN tercatat baru mengamankan kontrak komersial sebesar 134 juta metrik ton dengan para produsen batu bara.

Secara matematis, masih terdapat selisih kekurangan sekitar 18 hingga 20 juta metrik ton dari total kebutuhan tahunan yang belum dieksekusi oleh PLN. Namun, Bahlil menegaskan angka tersebut bukan berarti pasokan di pasar domestik langka, melainkan masalah penyerapan kontrak.

Bahlil membeberkan bahwa dalam rapat evaluasi bersama PLN selama empat hari berturut-turut, manajemen PLN mengaku kesulitan mendapatkan spesifikasi batu bara tertentu.

“Masalahnya yang PLN sampaikan itu adalah mereka kekurangan kalori yang medium. Tapi itu kan masalah teknis mereka, sama masalah maintenance (pemeliharaan) mereka,” tegas Menteri ESDM.

Merespons keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik massal yang merugikan sektor domestik dan industri, Kementerian ESDM langsung menginstruksikan jajaran direksi puncak PLN untuk segera berbenah.

Bahlil mengaku telah menghubungi Direktur Utama PLN secara langsung guna memastikan mitigasi di lapangan berjalan cepat tanpa memperpanjang birokrasi penanganan darurat.

“Saya bicara langsung dengan Pak Dirut, saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat,” pungkas Bahlil.

Bahlil memastikan bakal terus memperketat kontrol dan melakukan rapat evaluasi berkala agar PLN mampu menyelesaikan masalah teknis internal mereka, tanpa menjadikan rantai pasok energi primer sebagai alasan pemadaman. (*) 
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.