Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Penjualan Barang Rampasan Kejari Ponorogo Tembus Rp77,5 Juta, 51 Lot Habis Diserbu

Penjualan Barang Rampasan Kejari Ponorogo Tembus Rp77,5 Juta, 51 Lot Habis Diserbu

penjualan-barang-rampasan-kejari-ponorogo-tembus-rp77,5-juta,-51-lot-habis-diserbu
Penjualan Barang Rampasan Kejari Ponorogo Tembus Rp77,5 Juta, 51 Lot Habis Diserbu
service

Ponorogo (beritajatim.com) – Seluruh barang rampasan yang dijual Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo habis diserap masyarakat. Dari dua hari pelaksanaan penjualan langsung itu, negara berhasil memperoleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp77.584.000.

Capaian tersebut berasal dari penjualan 51 lot barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penjualan tahap kedua yang berlangsung Kamis (30/7/2026) menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan. Sekitar 25 hingga 30 peserta mengikuti penjualan tersebut dan seluruh barang yang masih tersedia ludes terjual. Nilai transaksi pada hari ini mencapai Rp49.285.000.

“Alhamdulillah seluruh barang pada penjualan hari ini laku terjual. Pendapatan negara yang diperoleh hari ini sebesar Rp49.285.000. Jika digabung dengan penjualan hari Selasa (28/7/2026), total PNBP yang masuk mencapai Rp77.584.000,” kata Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Ponorogo, Sebastian Purwita Handoko.

Sebelumnya, Kejari Ponorogo lebih dahulu menggelar penjualan khusus barang bukti berupa telepon genggam pada Selasa. Kegiatan tersebut diikuti 56 peserta. Dari penjualan itu, negara memperoleh PNBP sebesar Rp28.299.000.

Secara keseluruhan terdapat 51 lot barang yang dilepas kepada masyarakat. Sebanyak 35 lot di antaranya merupakan telepon genggam yang mayoritas berasal dari perkara penyalahgunaan obat tanpa izin edar. Selain itu, Kejari Ponorogo juga menjual kayu hasil perkara illegal logging, sepeda ontel rongsokan, serta 8 unit sepeda motor yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.

Barang-barang tersebut tidak hanya berasal dari perkara penyalahgunaan obat maupun illegal logging. Sejumlah barang lainnya juga merupakan hasil sitaan dari perkara pencurian dan penadahan. Di mana seluruh proses hukumnya telah berkekuatan hukum tetap.

Sebastian menjelaskan, mekanisme penjualan langsung menjadi kewenangan kejaksaan terhadap barang rampasan dengan nilai limit di bawah Rp35 juta, maupun barang yang tidak lagi memiliki dokumen kepemilikan. Skema tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan barang rampasan negara, sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.

“Penjualan langsung itu menjadi kewenangan kami untuk barang dengan nilai limit di bawah Rp35 juta dan barang yang tidak memiliki dokumen kepemilikan,” pungkas Sebastian. [end/suf]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.