Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Bahlil Tegaskan RI Tak Mau Asal Jual Listrik ke Singapura

Bahlil Tegaskan RI Tak Mau Asal Jual Listrik ke Singapura

bahlil-tegaskan-ri-tak-mau-asal-jual-listrik-ke-singapura
Bahlil Tegaskan RI Tak Mau Asal Jual Listrik ke Singapura
service

KABARBURSA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia masih menahan diri dan terus mengkaji rencana ekspor listrik tersebut hingga ditemukan kesepakatan harga yang benar-benar menguntungkan kedua belah pihak.

Bahlil mengungkapkan, meski Singapura sudah menyatakan minatnya untuk bergabung dalam jaringan interkoneksi listrik (power grid) kawasan, Indonesia tidak ingin terburu-buru mengetok palu jika nilai ekonomisnya belum memenuhi ekspektasi.

“Memang Singapura minta. Ini sebenarnya ide yang bagus selama saling menguntungkan. Tapi untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus ‘cengli’ (adil),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM.

Bahlil menekankan bahwa prinsip keadilan harga menjadi harga mati. Ia membandingkan rencana ini dengan kerja sama kelistrikan yang sudah terjalin lebih dulu antara Indonesia dan Malaysia melalui pembangunan jaringan di Kalimantan.

Menurutnya, model kerja sama dengan Malaysia bisa menjadi cermin karena memberikan keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam hal impor listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik tetangga yang harganya dinilai kompetitif.

“Seperti kita melakukan kerja sama antara Malaysia dengan Indonesia itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya ‘cengli’. Selama itu (dengan Singapura) belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan berbagai delegasi di kawasan Asia Tenggara terkait proyek ASEAN Power Grid. Saat ini, jaringan Indonesia-Malaysia sudah terbangun dan menyusul kemudian interkoneksi dengan Filipina.

Selain urusan setrum, mantan Menteri Investasi ini juga membocorkan bahwa pembahasan di level kawasan tidak hanya berhenti di sektor energi, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan yang kini menjadi isu krusial di Asia Tenggara.

“Pangan ini juga menjadi salah satu persoalan penting yang dibahas kemarin di kawasan Asia Tenggara. Kita melakukan komunikasi intens dengan beberapa delegasi menyangkut power grid dan juga kerja sama pangan,” pungkas Bahlil.

Dengan sikap tegas ini, pemerintah seolah mengirim pesan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi sekadar penyedia bahan baku atau energi, tetapi juga pemain yang memastikan setiap jengkal sumber daya alamnya dihargai dengan nilai yang sepadan bagi kepentingan nasional.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.