Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Beragam Tradisi dan Mitos Kuno Makanan Ibu Hamil di China, Termasuk Pantan Makan Kepiting

Beragam Tradisi dan Mitos Kuno Makanan Ibu Hamil di China, Termasuk Pantan Makan Kepiting

beragam-tradisi-dan-mitos-kuno-makanan-ibu-hamil-di-china,-termasuk-pantan-makan-kepiting
Beragam Tradisi dan Mitos Kuno Makanan Ibu Hamil di China, Termasuk Pantan Makan Kepiting
service

Jakarta

Kalau mendengar cerita dari orang tua atau nenek, mungkin Bunda pernah menemukan berbagai pantangan makanan saat hamil. 

Seperti di Indonesia, mungkin Bunda sering mendengar larangan makan nanas atau durian saat hamil, di China ternyata ada banyak pantangan makanan yang tak kalah unik. Menariknya, tradisi seperti ini juga banyak ditemukan di China dan sudah diwariskan selama ratusan tahun dan masih dipercaya oleh sebagian keluarga hingga sekarang.

Dalam budaya China, kehamilan dianggap sebagai masa yang sangat penting sehingga makanan dipercaya dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Sebagian tradisi lahir dari filosofi pengobatan tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM), yang membagi makanan menjadi kategori ‘panas’ dan ‘dingin’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terdengar unik, beberapa kebiasaan ini ternyata masih dipraktikkan hingga sekarang.

1. Makanan ‘panas’ dan ‘dingin’ harus seimbang

Menurut filosofi TCM, tubuh perlu menjaga keseimbangan antara energi yin (dingin) dan yang (panas). Karena itu, ibu hamil sering dianjurkan lebih banyak mengonsumsi makanan yang dianggap “menghangatkan” tubuh.

Contohnya:

  • Makanan panas: jahe, daging kambing, kurma merah.
  • Makanan dingin: semangka, pir, mentimun, dan kepiting.

Sebuah penelitian yang meneliti praktik kehamilan tradisional di Makau menemukan bahwa banyak ibu hamil menghindari makanan ‘dingin’ seperti semangka, kacang hijau, dan pisang karena dipercaya dapat mengganggu kehamilan. Peneliti menyebut teori yin dan yang masih sangat memengaruhi pilihan makanan selama hamil. 

2. Kepiting sering dianggap pantangan

Salah satu mitos yang paling terkenal adalah larangan makan kepiting. Dalam tradisi tertentu, kepiting dianggap memiliki sifat terlalu “dingin” sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan pada kandungan.

Secara medis, kepiting sebenarnya aman dikonsumsi jika dimasak matang dan tidak menimbulkan alergi. Namun karena faktor budaya dan kepercayaan turun-temurun, banyak keluarga tetap menyarankan ibu hamil untuk menghindarinya.

3. Kurma merah dipercaya memperkuat ibu dan bayi

Kurma merah atau jujube termasuk bahan yang sangat populer dalam makanan tradisional untuk ibu hamil.

Biasanya kurma merah dibuat menjadi:

  • Sup herbal,
  • Teh hangat,
  • Bubur atau campuran nasi.

Dalam kepercayaan tradisional, kurma merah dianggap membantu menambah energi dan ‘membentuk darah’. Menariknya, kurma memang mengandung zat besi dan beberapa nutrisi penting, meski manfaatnya tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. 

4. Telur agar bayi berkulit cerah

Ada juga mitos bahwa makan banyak putih telur dapat membuat kulit bayi lebih cerah dan bersih. Sayangnya, hal ini tidak didukung bukti ilmiah. Warna kulit bayi lebih dipengaruhi faktor genetik. Namun telur tetap merupakan sumber protein yang baik untuk mendukung kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Yang menarik, catatan tentang ‘makanan yang harus dihindari saat hamil’ ternyata sudah muncul dalam naskah medis dan kuliner China kuno berjudul Yinshan Zhengyao yang ditulis sekitar tahun 1330. Naskah ini memuat berbagai anjuran makanan dan pantangan untuk perempuan hamil. 

Bunda boleh mengikuti tradisi, asal tetap bijak

Tradisi makanan ibu hamil di China menunjukkan betapa besarnya perhatian keluarga terhadap kesehatan ibu dan janin. Sebagian kebiasaan, seperti minum sup bergizi atau mengonsumsi kurma merah secukupnya, bisa menjadi bagian dari pola makan yang menyehatkan.

Namun untuk pantangan yang bersifat mitos, Bunda tidak perlu terlalu khawatir selama makanan tersebut aman, dimasak matang, dan sesuai anjuran dokter.

Jadi, kalau suatu hari ada yang melarang Bunda makan kepiting karena ‘takut bayinya kenapa-kenapa’, sekarang Bunda sudah tahu bahwa larangan itu lebih banyak berasal dari tradisi budaya kuno, bukan dari bukti medis modern. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.