Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Berat Badan Ibu Hamil Pengaruhi Anak Jadi Obesitas? Ini Faktanya Menurut Studi Terbaru

Berat Badan Ibu Hamil Pengaruhi Anak Jadi Obesitas? Ini Faktanya Menurut Studi Terbaru

berat-badan-ibu-hamil-pengaruhi-anak-jadi-obesitas?-ini-faktanya-menurut-studi-terbaru
Berat Badan Ibu Hamil Pengaruhi Anak Jadi Obesitas? Ini Faktanya Menurut Studi Terbaru
service

Jakarta

Berat badan ibu hamil sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan anak setelah lahir, termasuk indeks massa tubuh (IMS). Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik yang diwariskan dari kedua orang tua, juga memiliki peran penting dalam menentukan IMT anak, Bunda.

Studi kolaboratif internasional oleh Bristol dan Queensland University serta Norwegian Institute of Public Health ini diterbitkan di jurnal PLOS Medicine pada 23 Juni 2026. Dalam studi, para peneliti menganalisis data dari Studi Kohort orang tua dan anak di Norwegia, yang lahir antara tahun 1999 dan 2009.

Data ini juga termasuk berat badan lahir dan IMT 86.000 anak, dari usia enam bulan hingga delapan tahun. Tak hanya itu, peneliti juga melihat data perilaku makan terkait nafsu makan pada anak saat usia delapan tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti lalu melihat hubungan saudara kembar, saudara kandung, dan saudara tiri di beberapa generasi untuk secara langsung mengukur seberapa besar hubungan IMT orang tua dan anak, yang dapat dikaitkan dengan faktor genetik.

Hasil studi tentang faktor genetik dan IMT anak

Hasil studi mengungkap bahwa IMT ibu lebih kuat dikaitkan dengan berat badan lahir anak daripada IMT ayah. Namun, setelah lahir, hubungan antara IMT ibu dan ayah dengan IMT anak secara umum serupa dari usia dua hingga delapan tahun.

Model studi menunjukkan bahwa efek genetik menjelaskan sekitar 79 persen dari hubungan statistik antara IMT ibu dan IMT anaknya pada usia 8 tahun, dan 94 persen dari hubungan dengan ayah.

Tak hanya itu, IMT orang tua yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan perilaku makan terkait obesitas pada anak-anak, termasuk responsivitas makanan yang lebih besar dan makan berlebihan karena emosi. Perlu dicatat, hasil penelitian ini tidak dapat secara meyakinkan menentukan seberapa besar hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik ya, Bunda.

“Obesitas cenderung diturunkan dalam keluarga, tetapi sulit untuk mengetahui alasannya. Hasil kami menunjukkan bahwa hubungan antara IMT ibu atau ayah dan IMT anak-anak mereka hingga usia 8 tahun sebagian besar disebabkan oleh gen yang diwariskan,” kata rekan peneliti Dr. Tom Pond, dilansir laman News Medical.

“Calon orang tua harus didorong untuk menjaga berat badan yang sehat. Meski begitu, ini mungkin tidak cukup untuk memastikan bahwa anak-anak mereka juga memiliki berat badan yang sehat.”

Hal yang sama juga diungkapkan pakar dari Queensland University, David Evans. Menurutnya, obesitas yang diturunkan dapat memengaruhi IMT anak di masa depan.

“Kami tertarik untuk meneliti apakah obesitas pada ibu selama kehamilan juga dapat berdampak buruk pada risiko obesitas pada anak-anak ketika tumbuh dewasa. Kami menemukan bahwa meskipun IMT ibu selama kehamilan kemungkinan besar akan berdampak buruk pada berat lahir anak, hal itu tampaknya tidak memiliki efek besar pada risiko obesitas anak di kemudian hari di luar yang dijelaskan melalui transmisi gen dari ibu ke anak-anak,” ujarnya.

Tim peneliti memperingatkan bahwa temuan studi ini tidak mendukung gagasan bahwa obesitas pada masa kanak-kanak tidak dapat dihindari. Hasil penelitian juga tidak membantah pentingnya menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa hubungan antara indeks massa tubuh orang tua dan anak sebagian besar didorong oleh gen yang sama dibandingkan lingkungan intrauterin atau perilaku pengasuhan,” kata direktur ilmiah kohort Moba, Alexandra Havdahl.

Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan faktor genetik dan IMT anak setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.