Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Rupiah dan Inflasi Jadi Fokus

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Rupiah dan Inflasi Jadi Fokus

bi-tahan-suku-bunga-4,75-persen,-rupiah-dan-inflasi-jadi-fokus
BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Rupiah dan Inflasi Jadi Fokus
service

KABARBURSA.COM – Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu, 22 April 2026. Ditahannya suku bunga acuan ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.

RDG BI tersebut juga memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen dan Lending Facility di 5,5 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026–2027.

Jika ditarik ke konteks global, keputusan ini muncul dalam situasi ketidakpastian yang masih tinggi, terutama akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah. Tekanan tersebut tercermin pada pergerakan nilai tukar yang belum stabil, dengan rupiah sempat berada di kisaran Rp17.127 per dolar AS. 

Dalam kondisi seperti ini, kebijakan suku bunga menjadi instrumen utama untuk menjaga daya tarik aset domestik sekaligus meredam potensi volatilitas lanjutan di pasar keuangan.

Dari sisi eksternal, ruang pelonggaran memang terlihat terbatas. Pelemahan dolar AS yang terjadi belakangan dinilai belum cukup kuat untuk menjadi landasan perubahan kebijakan, karena masih sangat bergantung pada sentimen harian. 

Artinya, setiap perubahan arah global berpotensi langsung memengaruhi aliran dana dan stabilitas rupiah, sehingga menjaga suku bunga tetap menjadi salah satu cara untuk mempertahankan keseimbangan tersebut.

Di sisi lain, tekanan inflasi juga mulai membentuk faktor penahan tersendiri. Kenaikan harga BBM nonsubsidi membawa dampak berantai terhadap biaya logistik dan produksi, yang berpotensi mendorong inflasi ke depan. 

Jika dikaitkan dengan asumsi harga minyak di kisaran USD80 per barel dan nilai tukar mendekati Rp17.000 per dolar AS, maka ruang untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin sempit. 

Kondisi ini membuat kebijakan BI cenderung berhati-hati, karena pelonggaran yang terlalu cepat berisiko memperbesar tekanan inflasi sekaligus melemahkan nilai tukar.

Sementara itu, dari dalam negeri, indikator makro menunjukkan kondisi yang relatif masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen berada di level 122,9 atau masih dalam zona optimis, sementara PMI Manufaktur berada di 50,1 yang menandakan ekspansi tipis. 

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik belum berada pada kondisi yang membutuhkan stimulus moneter tambahan dalam waktu dekat.

Jika seluruh elemen tersebut disusun dalam satu kerangka, keputusan menahan suku bunga mencerminkan keseimbangan antara menjaga stabilitas dan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan. 

Di satu sisi, tekanan eksternal dan risiko inflasi membatasi ruang penurunan suku bunga. Di sisi lain, kondisi domestik yang masih relatif stabil membuat urgensi pelonggaran belum muncul secara kuat. 

Dalam posisi ini, BI memilih mempertahankan suku bunga sebagai respons terhadap dinamika global dan domestik yang berjalan bersamaan dalam periode yang sama.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.