Jakarta, Arina.id — Potensi cuaca ekstrem diperkirakan meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode Senin-Selasa 20–21 April 2026. Sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang di beberapa daerah.
Berdasarkan data prakiraan cuaca Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi pada 20 dan 21 April 2026 intensitas hujan meningkat di sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan Jawa, Sumatera, hingga Indonesia bagian timur.
Pada Senin 20 April, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh, Bali, Bengkulu, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, serta Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Situasi serupa masih berlanjut pada 21 April. Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Barat yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Di Nusa Tenggara Barat, kondisi cuaca bahkan diperkirakan disertai angin kencang, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur ringan dan pohon tumbang.
Sementara itu, wilayah Jawa secara umum—meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta—diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara merata selama periode tersebut. Kondisi ini tetap berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir lokal, terutama di wilayah perkotaan dengan sistem drainase terbatas.
Di wilayah Sumatera, hujan lebat hingga sangat lebat juga terpantau di beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Bangka Belitung, terutama pada puncak periode 20 April. Sedangkan di Kalimantan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi secara merata, meskipun tanpa indikasi peningkatan ekstrem yang signifikan.
Wilayah Indonesia timur seperti Papua Pegunungan juga tercatat mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada 19 April, dengan tren hujan sedang hingga lebat berlanjut hingga 21 April. Sementara itu, Sulawesi Barat menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai pada 21 April karena peningkatan intensitas hujan.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, serta angin kencang. Selain itu, aktivitas di luar ruangan juga perlu memperhatikan perkembangan cuaca terkini guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir serta sistem peringatan dini, guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.
Berikut potensi cuaca pada 20–21 April 2026 diolah dari laman BMKG:
Senin, 20 April 2026
Hujan Lebat–Sangat Lebat: Aceh, Bali, Bengkulu, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Utara
Hujan Sedang–Lebat: Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan
Angin Kencang: Nusa Tenggara Barat
Selasa, 21 April 2026
Hujan Lebat–Sangat Lebat: Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat
Hujan Sedang–Lebat: Aceh, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.





Comments are closed.