Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Waspada

BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Waspada

bmkg-pantau-sebaran-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau,-warga-diimbau-waspada
BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Waspada
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang teridentifikasi di sejumlah wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat terbawa angin hingga jauh dari sumber erupsi.

Berdasarkan analisis BMKG melalui pencitraan satelit RGB Himawari-9, data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada Senin (7/9/2026) pukul 07.00 WIB, teridentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik di wilayah Indonesia.

Klaster pertama terpantau pada ketinggian dari permukaan hingga 15.000 kaki. Abu bergerak dari arah tenggara ke barat laut, dengan sebaran mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu dan Banten.

Sementara itu, klaster kedua teridentifikasi pada ketinggian hingga 50.000 kaki. Sebarannya bergerak ke arah barat daya hingga barat, mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, serta bergerak menjauhi daratan Indonesia.

Berpotensi Ganggu Kesehatan dan Transportasi

BMKG menegaskan abu vulkanik bukan sekadar asap biasa. Material tersebut terdiri atas pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat halus, yakni kurang dari dua milimeter, yang dihasilkan dari letusan eksplosif gunung api.

Karena berukuran sangat kecil, partikel abu vulkanik dapat terbawa angin hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dari sumber erupsi.

Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, antara lain menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta memicu batuk hingga sesak napas. Akumulasi abu juga dapat mengotori permukiman, kendaraan, dan fasilitas publik.

Di sektor transportasi, abu vulkanik berpotensi mengganggu perjalanan darat, laut, dan udara, terutama karena dapat mengurangi jarak pandang. Risiko paling serius juga dapat terjadi pada penerbangan.

Partikel kaca dan batuan tajam dalam abu vulkanik dapat meleleh ketika masuk ke mesin pesawat yang bersuhu tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja mesin. Abu juga dapat mengikis permukaan kaca kokpit hingga mengurangi kejernihan pandangan serta mengganggu sistem penerbangan.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama ketika terjadi hujan abu, serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah.

Perlindungan ekstra perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi spekulatif yang belum terverifikasi.

“Prakiraan cuaca 7-9 September 2026 didominasi cerah, dengan angin dari timur berkisar 29–33 km/jam,” demikian keterangan BMKG.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.