KABARBURSA.COM – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) memutuskan untuk membagi cuan atau keuntungan kepada para investor. Besarannya Rp50 per saham dan diambil dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat RUPST pada Senin, 27 April 2026. Di sini, perusahaan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp117,19 miliar. Nilai tersebut setara dengan 88,63 persen dari laba bersih 2025.
Direktur BOLT Anthony Wijaya, menyampaikan bahwa dari total laba bersih Rp139,21 miliar, sekitar Rp6,61 miliar dialokasikan sebagai cadangan. Sementara sisanya, yaitu Rp8,41 miliar, ditahan sebagai laba ditahan.
“Keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan penguatan struktur permodalan,” ujar dia.
Dengan komposisi tersebut, sebagian besar laba langsung didistribusikan ke investor.
Pendapatan Q1-2026 Rp423 Miliar
Di sisi lain, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan arah yang berbeda dari sekadar distribusi dividen. Pendapatan tercatat sebesar Rp423 miliar, meningkat dibandingkan Rp369 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi seiring dengan peningkatan permintaan dari segmen kendaraan roda empat serta ekspansi pasar ekspor.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih tercatat sebesar Rp37 miliar pada kuartal I-2026, naik dari Rp27 miliar pada kuartal I-2025. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp48 miliar dari Rp38 miliar, menunjukkan adanya penguatan di tingkat operasional.
Namun jika dilihat secara kuartalan, terdapat koreksi dibandingkan kuartal III dan IV 2025. Laba bersih pada kuartal I-2026 lebih rendah dibandingkan Rp49 miliar pada kuartal III-2025 dan Rp24 miliar pada kuartal IV-2025.
Dari sisi margin, laba kotor tercatat sebesar Rp95 miliar, turun dari Rp117 miliar pada kuartal IV-2025. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan meningkat, mencerminkan adanya tekanan pada biaya produksi. Beban usaha juga relatif terkendali di Rp47 miliar, turun dari Rp60 miliar pada kuartal sebelumnya.
Efisiensi operasional terlihat dari sejumlah indikator rasio. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,02 persen, sementara Return on Equity (ROE) berada di level 3,73 persen pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas terhadap aset dan ekuitas yang dimiliki.
Selain itu, rasio interest coverage berada pada level tinggi di 277 kali, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga berada pada posisi yang sangat kuat. Struktur keuangan yang relatif sehat ini menjadi salah satu faktor yang mendukung kebijakan dividen agresif.
Penjualan Mobil Nasional Bertumbuh
Di tengah kondisi industri otomotif yang bergerak terbatas, BOLT tetap mencatat pertumbuhan. Penjualan mobil nasional hanya tumbuh sekitar 1,7 persen, sementara penjualan sepeda motor justru turun 4,11 persen pada kuartal I-2026.
Strategi operasional menjadi salah satu penopang kinerja. Perusahaan mengamankan pasokan bahan baku melalui kontrak jangka panjang, melakukan efisiensi biaya, serta menyesuaikan harga secara selektif. Langkah ini menjaga stabilitas operasional di tengah tekanan eksternal.
Ke depan, perusahaan mengarahkan strategi pada digitalisasi proses produksi, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi ke sektor alat berat dan pasar ekspor. Arah ini menunjukkan upaya untuk memperluas basis bisnis di luar pasar domestik.
Dengan kombinasi antara pembagian dividen besar dan kinerja yang masih bertumbuh, pergerakan BOLT mencerminkan dua arah yang berjalan bersamaan.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.