Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Perkuat Ketahanan Energi, Transaksi Batu Bara DMO Didorong Pakai Rupiah

Perkuat Ketahanan Energi, Transaksi Batu Bara DMO Didorong Pakai Rupiah

perkuat-ketahanan-energi,-transaksi-batu-bara-dmo-didorong-pakai-rupiah
Perkuat Ketahanan Energi, Transaksi Batu Bara DMO Didorong Pakai Rupiah
service

KABARBURSA.COM – Dorongan penggunaan Rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik mulai menguat di tengah upaya memperkokoh ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.

Skema tersebut dinilai paling realistis diterapkan pada batu bara, terutama pada transaksi Domestic Market Obligation (DMO), karena ditopang pasokan domestik yang kuat dan kebutuhan nasional yang jelas.

Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo menilai penggunaan mata uang Rupiah dalam transaksi batu bara domestik dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kekayaan energi nasional.

Menurut dia, batu bara memiliki keunggulan dibandingkan sektor minyak dan gas bumi karena sumber daya dan produksinya sebagian besar tersedia di dalam negeri.

“Penggunaan rupiah dapat memperkuat ketahanan energi nasional,” tegas Sartono dalam keterangan resminya, dikutip Senin 27 April 2026.

Menurut Sartono, transaksi batu bara melalui skema DMO selama ini sudah memiliki fondasi yang kuat karena ditujukan untuk menyuplai kebutuhan listrik nasional.

Dengan struktur pasokan yang berbasis sumber daya dalam negeri, penggunaan mata uang lokal dinilai lebih mudah diakomodasi dalam kontrak-kontrak domestik.

Ia menilai kondisi ini menjadikan batu bara menjadi sektor yang paling memungkinkan untuk mulai mendorong transaksi energi berbasis Rupiah.

Selain lebih efisien, kebijakan tersebut juga dapat mengurangi eksposur terhadap nilai tukar yang selama ini menjadi salah satu risiko dalam transaksi berbasis valuta asing.

Di tengah perekonomian global, penggunaan Rupiah dipandang sebagai bentuk perlindungan terhadap gejolak eksternal.

Ketergantungan pada mata uang asing, menurut dia, membuat sektor energi lebih rentan terhadap tekanan nilai tukar dan dinamika pasar global.

Oleh karena itu, Sartono menyarankan agar pemerintah mulai mempertimbangkan kebijakan ini secara serius, terutama sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun ia juga mengingatkan bahwa penerapannya tetap harus dihitung secara cermat agar tidak menimbulkan gangguan pada tata niaga yang sudah berjalan.

“Penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan bijaksana,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor batu bara memiliki karakteristik yang berbeda dengan migas. Hingga saat ini, sektor minyak dan gas masih sangat bergantung pada pasar internasional, baik dari sisi pasokan, harga, maupun kontrak perdagangan. Kondisi itu membuat penerapan transaksi berbasis Rupiah di sektor migas jauh lebih kompleks dibandingkan batu bara.

“Batu bara dinilai lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi domestik yang besar,” kata Sartono.

Dengan pasokan kekuatan dalam negeri yang relatif lebih mapan, optimalisasi penggunaan Rupiah dalam transaksi batu bara DMO diyakini dapat memberi manfaat ganda.

Di satu sisi, kebijakan ini berpotensi menekan biaya operasional dalam penyediaan energi. Di sisi lain, langkah tersebut juga dapat memperkuat posisi Rupiah dalam sektor strategis dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional di bidang sumber daya alam.

Jika diterapkan dengan perhitungan matang, penggunaan Rupiah dalam transaksi batu bara domestik bisa menjadi salah satu instrumen baru untuk memperkuat fondasi energi nasional. (*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.