Jakarta, Arina.id—Keinginan untuk menurunkan berat badan dengan cepat bagi penderita obesitas kerap membuat berbagai produk pelangsing menawarkan hasil instan dengan cara menggiurkan.
Produk semacam ini juga semakin mudah ditemukan, termasuk melalui penjualan online dan promosi di media sosial.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap promosi tersebut.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap promosi produk kesehatan, termasuk yang dilakukan influencer,” kata Taruna dalam keteranganya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Prof. Taruna juga mengingatkan agar penggunaan obat penurun berat badan disesuaikan dengan ketentuan. “Bila obat tersebut membutuhkan resep, penggunaannya perlu melalui konsultasi dengan dokter,” ujarnya.
Sementara itu, Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia, dr Riyanny Meisha Tarliman mengatakan, anggapan bahwa obesitas hanya terjadi karena kurang disiplin juga perlu diluruskan.
Menurutnya, ada faktor genetik, ketidakseimbangan hormonal, dan berbagai faktor lain yang dapat berperan menyebabkan obesitas. Kondisi tersebut membuat penyebab obesitas perlu dicari terlebih dahulu, agar penanganannya dapat disesuaikan.
“Sains menunjukkan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk faktor biologis, genetik, lingkungan, dan lain-lain. Hal itu seringkali membutuhkan konsultasi dengan dokter,” kata dr Riyanny.





Comments are closed.