Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Buka Muktamar Kebudayaan 2026, Ketua Lesbumi PBNU Bedah Makna Kembali ke Akar

Buka Muktamar Kebudayaan 2026, Ketua Lesbumi PBNU Bedah Makna Kembali ke Akar

buka-muktamar-kebudayaan-2026,-ketua-lesbumi-pbnu-bedah-makna-kembali-ke-akar
Buka Muktamar Kebudayaan 2026, Ketua Lesbumi PBNU Bedah Makna Kembali ke Akar
service

Jombang, NU Online

Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU yang berpusat di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang telah resmi dibuka. Agenda yang digelar pada Jum’at (12/6/2026) malam ini sukses memantik nalar kritis ratusan peserta yang hadir.

Bukan hanya momen kumpul antar seniman dan budayawan, forum gagasan Lesbumi PBNU ini didesain sebagai mimbar dialektika kritis yang membedah tatanan kebangsaan hari ini dalam kacamata kebudayaan.

Ketua Lesbumi PBNU, KH Muhammad Jadul Maula, dalam pidato pembukaannya menyoroti krisis moralitas bangsa yang tengah terjadi, termasuk adanya tesis yang menyebut bahwa budaya Indonesia adalah korupsi.

Menanggapi tafsir kebudayaan yang memiliki banyak definisi, Kiai Jadul menyimpulkan bahwa kebudayaan merupakan sebuah aksi nyata. Kesimpulan tersebut ia dapat usai merujuk pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan budayawan nasional, Asrul Sani.

“Kebudayaan adalah sebuah kerja keras dari bangsa dan umat untuk mengatasi tantangan kehidupan. Jadi, kebudayaan di sini adalah kata kerja, sebuah tindakan,” terangnya.

Berdasarkan definisi tersebut, Kiai Jadul kemudian mengaitkannya dengan tema Muktamar yang diusung, “Kembali ke Akar”. Ia menjelaskan bahwa akar dari kebudayaan adalah kesadaran manusia itu sendiri.

“Kalau kebudayaan itu aksi nyata, lalu apa akar dari sebuah kebudayaan? Yaitu kesadaran manusia, soal bagaimana manusia berpikir dan menghidupkan kesadaran dirinya,” tuturnya.

Tak sampai di situ, Kiai Jadul juga membedah mengenai apa sebenarnya akar dari manusia. Menurutnya, akar manusia sebenarnya telah termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 30 yang menyebut manusia sebagai Khalifah di bumi.

“Namun nyatanya tidak semua manusia mampu menjadi Khalifah. Lantas bagaimana caranya agar manusia bisa memiliki kualifikasi Khalifah ini?” pancingnya.

Ia melanjutkan, kunci untuk memenuhi kualifikasi tersebut ialah dengan mengamalkan asma-asma Allah dan membudayakannya.

“Jika kita membudayakan semua asma itu, maka kita akan mampu menjadi Khalifah sebagaimana firman Allah SWT tersebut, dengan begitu tatanan kehidupan akan baik-baik saja,” tegasnya.

Kontributor: Umi Kholifah

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.