Jakarta –
Ketika merasa kesal atau seseorang mempermalukan Bunda, mungkin sulit untuk merespons dengan cara yang sehat. Namun, tidak dengan orang yang memiliki emotional quotient (EQ) tinggi.
Sebuah studi tahun 2024 di The Canadian Veterinary Journal melaporkan bahwa tingkat kecerdasan emosional yang tinggi dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih rendah dan keadaan emosional positif yang lebih tinggi, seperti kebahagiaan, dan dikaitkan dengan keterampilan mengatasi masalah yang lebih sehat.
Oleh karena itu, orang dengan EQ tinggi tidak hanya bereaksi, mereka juga merespons dengan cara yang mencerminkan kejelasan, kendali, dan belas kasih, bahkan di bawah tekanan dan konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Parade, berikut beberapa hal yang sering dilakukan seseorang dengan EQ tinggi saat mendapat hinaan atau perlakuan tidak sopan:
1. Berpikir sejenak sebelum bereaksi
Alih-alih bereaksi secara impulsif, mereka meluangkan beberapa detik untuk bernapas menenangkan diri, dan memproses situasi tersebut.
Ketika mereka angkat bicara, psikolog dan penulis buku Be The Sun, Not the Salt, Dr. Harry Cohen, PhD, mereka mungkin mengajukan pertanyaan seperti “Bisakah Bunda menjelaskan apa yang dimaksud?”.
Menurutnya, respons seperti ini memungkinkan orang lain untuk merenungkan kata-kata mereka, menjaga harga diri, dan meminta maaf atau menyatakan kembali dengan lebih hormat.
“Jika orang tersebut mengulangi kalimat yang merendahkan itu, dengan tenang pergilah dan jangan berkata apa-apa,” ujar Cohen.
2. Tidak mengambil semua yang disampaikan
Orang yang cerdas secara emosional menyadari bahwa orang lain mengatakan hal-hal yang tidak mereka maksudkan atau yang muncul dari situasi lain.
Mereka juga memahami perilaku tidak sopan lebih banyak mengungkapkan tentang orang lain, sehingga mereka tidak memendam hal negatif tersebut.
“Jika seorang kolega membentak mereka dalam rapat, mereka mungkin berpikir, ‘Ini bukan tentang saya, ini mungkin tentang stres mereka’, yang membantu mereka tetap tenang,” ujar Cohen.
3. Menetapkan batasan yang jelas
Menurut Cohen, alih-alih membalas dengan kata-kata kasar, yang seseorang yang cerdas secara emosional akan menegaskan kebutuhannya dengan jelas dan penuh hormat, serta mengajarkan orang alin untuk memperlakukannya dengan komunikasi yang tenang.
“(Mereka mungkin mengatakan) ‘Saya senang membahas ini, tetapi saya ingin tetap bersikap hormat’, menetapkan nada tanpa meningkatkan ketegangan,” ujarnya.
4. Mengatasi masalah pada waktu yang tepat
Orang yang cerdas akan berpikir sejenak. Mereka tahu kapan waktu terbaik untuk menyampaikan kekhawatiran agar situasi tetap terkendali.
“Alih-alih menghadapi mereka saat emosi sedang memuncak, atau mengabaikannya sama sekali, mereka memilih momen ketika kedua belah pihak tenang,” ujar Cohen.
Pada titik itu, mereka mungkin akan mengatakan sesuatu seperti, “Tadi saya merasa diabaikan ketika ide saya ditolak mentah-mentah. Bisakah kita membicarakan hal itu?”.
5. Melepaskan sesuatu ketika sudah tidak lagi berharga
Cohen mengatakan tidak setiap penghinaan pantas mendapatkan reaksi. Orang yang punya EQ tinggi selalu mengingat hal ini.
Mereka mempertimbangkan apakah berbicara akan memberikan manfaat yang lebih besar atau hanya akan menguras energi.
Sebagai contoh, mereka mungkin memilih untuk menjauh dari komentar kasar orang asing untuk menjaga kedamaiannya.
Apa yang harus dilakukan jika sulit merespons dengan cara cerdas secara emosional?
Tidak seorang pun akan mampu merespons dengan sempurna setiap saat, bahkan orang-orang yang memiliki EQ tinggi sekalipun.
Jika Bunda mengalami kesulitan, Cohen membagikan beberapa hal yang dapat membantu menanggapi perilaku tidak sopan. Berikut di antaranya:
- Mempraktikkan kesadaran diri, seperti menyebutkan emosi untuk menciptakan jarak antara perasaan dan tindakan yang didasarkan padanya.
- Menggunakan aturan 24 jam, alias menunggu sehari untuk merespons.
- Lakukan simulasi respons atau tuliskan respons tersebut untuk membantu mengatur pikiran dan mengurangi intensitas emosi.
- Mencari umpan balik, bimbingan, atau terapi dari teman, orang tua, atau terapis yang terpercaya untuk mengidentifikasi pola dan mempraktikkan respons yang lebih sehat.
Nah, itulah ciri-ciri orang dengan EQ tinggi hingga hal yang dapat dilakukan jika Bunda sulit menghadapi orang tidak sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)





Comments are closed.