Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Daftar Anime yang Pernah Masuk Nominasi Penghargaan Oscar

Daftar Anime yang Pernah Masuk Nominasi Penghargaan Oscar

daftar-anime-yang-pernah-masuk-nominasi-penghargaan-oscar
Daftar Anime yang Pernah Masuk Nominasi Penghargaan Oscar
service

Industri animasi Jepang telah lama dikenal dunia melalui visual memukau dan jalan cerita yang menarik. Pengakuan dari Academy Awards atau Piala Oscar memberikan validasi kualitas artistik anime di kancah global.

Sejak kategori Best Animated Feature pertama kali diperkenalkan, beberapa maha karya dari Jepang berhasil menembus dominasi studio besar Hollywood. Mulai dari kemenangan bersejarah Studio Ghibli hingga kemunculan studio-studio baru yang inovatif. Berikut daftar anime  yang berhasil mencatatkan namanya dalam nominasi penghargaan film bergengsi di dunia.

1. Spirited Away (Menang)
Spirited Away (judul Jepang: Sen to Chihiro no Kamikakushi) merupakan karya seni visual yang sangat mendalam dari Studio Ghibli. Film ini mengisahkan tentang Chihiro, gadis berusia 10 tahun yang manja dan sedang dalam perjalanan pindah ke rumah baru bersama orang tuanya. Di tengah perjalanan, mereka tersesat dan memasuki dunia roh yang aneh.

Setelah orang tuanya berubah menjadi babi karena memakan makanan tanpa izin, Chihiro terjebak di dunia tersebut. Untuk menyelamatkan orang tuanya dan kembali ke dunia manusia, ia harus bekerja di sebuah pemandian megah milik penyihir licik bernama Yubaba. Di sana, ia berganti identitas menjadi Sen.

Dengan bantuan seorang remaja misterius bernama Haku, Chihiro harus belajar keberanian, kemandirian, dan ketulusan untuk menghadapi berbagai makhluk gaib dan mematahkan kutukan yang menimpa keluarganya.

Film garapan sutradara legendaris Hayao Miyazaki ini merupakan tonggak sejarah bagi industri animasi dunia. Spirited Away berhasil memenangkan Academy Award (Oscar) pada tahun 2003 untuk kategori Best Animated Feature.

2. Howl’s Moving Castle (Hanya nominasi)
Film ini berpusat pada karakter Sophie, seorang gadis pembuat topi yang rendah hati dan kurang percaya diri. Kehidupan tenangnya berubah drastis setelah ia dikutuk menjadi seorang wanita tua. Dalam upaya mencari cara untuk mematahkan kutukan tersebut, Sophie berkelana dan akhirnya menemukan kastil bergerak milik penyihir tampan namun egois bernama Howl. 

Di dalam kastil ajaib yang bisa berpindah tempat itu, Sophie bertemu dengan iblis api bernama Calcifer dan asisten Howl, Markl. Seiring berjalannya waktu, Sophie menyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang menyimpan rahasia atau kutukan; Howl pun tengah berjuang melawan sisi gelap dirinya di tengah berkecamuknya perang besar antar kerajaan. 

Film garapan Hayao Miyazaki yang dirilis tahun 2004 ini mendapatkan pengakuan tinggi dari industri film global. Howl’s Moving Castle berhasil masuk dalam nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2006 untuk kategori Best Animated Feature. Meski tidak membawa pulang piala, film ini tetap dianggap sebagai salah satu pencapaian visual terbaik Miyazaki, terutama karena detail animasi kastilnya yang sangat kompleks.

3. The Wind Rises (Hanya Nominasi)
Film ini merupakan film animasi Studio Ghibli (2013) karya Hayao Miyazaki. Animasi ini mengisahkan biografi fiksi Jiro Horikoshi, perancang pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero selama Perang Dunia II. Film ini menonjolkan obsesi Jiro pada keindahan penerbangan dan dedikasinya yang mendalam sebagai insinyur di tengah keterbatasan.

Alur ceritanya mengikuti perjalanan karier Jiro yang ambisius di tengah masa-masa sulit Jepang—mulai dari Gempa Besar Kanto hingga krisis ekonomi. Di tengah obsesinya menciptakan pesawat yang indah, ia jatuh cinta pada seorang gadis bernama Naoko. Film ini menggambarkan dilema moral Jiro: keinginannya untuk menciptakan sesuatu yang indah (pesawat), namun kenyataan pahit bahwa ciptaannya tersebut akan digunakan sebagai mesin penghancur dalam perang.

The Wind Rises berhasil masuk dalam nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2014 untuk kategori Best Animated Feature. Meski sempat memicu kontroversi karena tema sejarah perangnya, film ini dipuji secara global karena kualitas animasinya yang puitis dan narasinya yang sangat dewasa.

4.  The Tale of The Princess Kaguya (Hanya Nominasi)
Film ini diangkat dari cerita rakyat Jepang abad ke-10, Kisah Pemotong Bambu. Cerita dimulai ketika seorang pemotong bambu tua menemukan sesosok bayi perempuan mungil di dalam batang bambu yang bersinar. Ia dan istrinya kemudian membesarkan bayi tersebut, yang mereka yakini sebagai anugerah dari surga.

Gadis yang diberi nama Kaguya ini tumbuh dengan cepat dan sangat rupawan. Sang ayah ingin menjadikannya seorang bangsawan sejati, membawanya pindah ke ibu kota dan memaksanya hidup dalam aturan istana yang mengekang. Kaguya pun harus menghadapi perjodohan dengan lima pelamar terhormat hingga kaisar, sambil terus memendam kerinduan pada kebebasan masa kecilnya. Di balik kecantikannya yang tersohor, tersimpan rahasia melankolis tentang asal-usulnya yang sebenarnya bukan dari bumi.

Film mahakarya terakhir dari sutradara legendaris Isao Takahata (rekan pendiri Studio Ghibli) ini diakui secara global karena keindahan seninya yang eksperimental. The Tale of The Princess Kaguya berhasil masuk dalam nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2015 untuk kategori Best Animated Feature. Film ini dipuji karena menggunakan garis-garis sketsa yang emosional dan minimalis, memberikan kesan yang sangat puitis dan berbeda dari animasi modern pada umumnya.

5. When Marnie Was There (Hanya Nominasi)
Cerita berfokus pada Anna Sasaki, seorang gadis remaja yang penyendiri, sulit bergaul, dan menderita asma. Karena kondisi kesehatan dan mentalnya yang menurun, Anna dikirim untuk tinggal bersama kerabat di sebuah desa pesisir yang tenang.

Di sana, Anna menemukan sebuah rumah tua yang terbengkalai di tengah rawa yang disebut “Marsh House”. Di rumah itulah ia bertemu dengan seorang gadis misterius berambut pirang bernama Marnie. Mereka berdua dengan cepat menjalin persahabatan yang sangat erat dan rahasia. Namun, seiring berjalannya waktu, Anna mulai menyadari adanya kejanggalan pada sosok Marnie dan sejarah rumah tersebut. Anna pun mulai menggali masa lalu yang emosional yang ternyata menghubungkan dirinya dengan Marnie lewat cara yang tak terduga.

Film yang disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi ini merupakan film terakhir dari Studio Ghibli sebelum mereka sempat mengambil jeda panjang (hiatus) produksi. When Marnie Was There berhasil mendapatkan nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2016 untuk kategori Best Animated Feature. Animasi ini mendapatkan banyak pujian karena berhasil menggambarkan isu kesehatan mental, kesepian, dan pencarian jati diri remaja dengan sangat lembut dan indah.

6. The Red Turtle (Hanya Nominasi)
Film garapan Michael Dudok de Wit, hasil kolaborasi antara Studio Ghibli (Jepang) dan Wild Bunch (Prancis)  ini mengisahkan tentang seorang pria yang terdampar di sebuah pulau tropis tak berpenghuni setelah kapal yang ditumpanginya hancur diterjang badai.

Dalam usahanya yang putus asa untuk meninggalkan pulau tersebut, ia membangun rakit bambu berkali-kali. Namun, setiap kali ia mencoba berlayar ke laut lepas, rakitnya selalu dihancurkan oleh seekor penyu merah raksasa yang misterius.

Setelah amarahnya memuncak, sebuah kejadian ajaib terjadi yang mengubah hubungan sang pria dengan penyu tersebut. Alur cerita kemudian berkembang menjadi sebuah perumpamaan (fabel) yang indah tentang siklus kehidupan manusia—mencakup cinta, keluarga, ketakutan, hingga penerimaan terhadap alam semesta. Meski film ini animasi bisu (tanpa dialog), emosi yang disampaikan terasa sangat mendalam dan universal.

The Red Turtle berhasil masuk dalam nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2017 untuk kategori Best Animated Feature. Film ini memenangkan penghargaan Special Jury Prize di Festival Film Cannes, mempertegas statusnya sebagai salah satu karya animasi paling puitis yang pernah didukung oleh Studio Ghibli.

7. Mirai No Mirai (Hanya Nominasi)
Film ini berfokus pada Kun, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang merasa dunianya hancur setelah kelahiran adik perempuannya, Mirai. Kun merasa kasih sayang orang tuanya terampas dan ia pun menjadi sangat cemburu serta sering merajuk.

Suatu hari, melalui taman ajaib di rumahnya, Kun menemukan sebuah gerbang waktu yang memungkinkan dia bertemu dengan anggota keluarganya dari masa lalu. Melalui serangkaian petualangan ajaib ini, Kun mulai memahami arti keluarga, sejarah leluhur, dan belajar bagaimana menjadi seorang kakak yang sesungguhnya.

Mirai berhasil masuk dalam nominasi Academy Award (Oscar) pada tahun 2019 untuk kategori Best Animated Feature. Sebelum ke Oscar, film ini juga memenangkan Best Animated Feature-Independent di Annie Awards. Mirai yang diproduksi Studio Chizu mencetak sejarah sebagai film anime pertama dari studio non-Ghibli yang dinominasikan dalam kategori tersebut. 

8.  The Boy and The Heron (Menang)
Berlatar belakang Perang Pasifik, film ini mengangkat kisah seorang remaja laki-laki bernama Mahito Maki. Setelah kehilangan ibunya dalam sebuah kebakaran tragis di Tokyo, Mahito pindah ke pedesaan untuk tinggal di rumah leluhur keluarganya yang terpencil. Di sana, ia berjuang beradaptasi dengan lingkungan dan ibu tirinya.

Suasana menjadi misterius ketika Mahito terus-menerus diganggu oleh seekor burung cangak abu-abu (Grey Heron) yang bisa berbicara. Burung tersebut membimbingnya ke sebuah menara kuno yang terbengkalai di dekat rumahnya. Mahito akhirnya terjun ke dalam dunia fantasi yang ajaib namun berbahaya, batas antara kehidupan dan kematian menjadi kabur. Dalam petualangan ini, banyak belajar tentang arti menerima kehilangan dan berdamai dalam situasi tersebut. 

The Boy and the Heron memenangkan Academy Award (Oscar) pada tahun 2024 untuk kategori Best Animated Feature. Ini menjadi kemenangan Oscar kedua bagi Hayao Miyazaki setelah Spirited Away (2003). Film ini juga mencetak sejarah sebagai film animasi non-bahasa Inggris pertama yang memenangkan kategori film animasi terbaik di Golden Globe.
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.