Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dari Halte Koningsplein ke Gerbang Ibu Kota: Sejarah 155 Tahun Stasiun Gambir yang Tak Pernah Berhenti Bergerak

Dari Halte Koningsplein ke Gerbang Ibu Kota: Sejarah 155 Tahun Stasiun Gambir yang Tak Pernah Berhenti Bergerak

dari-halte-koningsplein-ke-gerbang-ibu-kota:-sejarah-155-tahun-stasiun-gambir-yang-tak-pernah-berhenti-bergerak
Dari Halte Koningsplein ke Gerbang Ibu Kota: Sejarah 155 Tahun Stasiun Gambir yang Tak Pernah Berhenti Bergerak
service

25 Juni 2026 14.39 WIB • 3 menit

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta modern, Stasiun Gambir berdiri sebagai salah satu simpul transportasi paling penting di Indonesia. Berlokasi di kawasan strategis Jakarta Pusat, tepat di sisi Monumen Nasional (Monas), stasiun ini telah menjadi saksi perjalanan panjang ibu kota selama lebih dari satu setengah abad.

Sejarah Gambir bermula pada 1871 ketika pemerintah kolonial Belanda membangun Halte Koningsplein di kawasan Weltevreden. Saat itu, halte tersebut masih menjadi bagian dari perkembangan awal jaringan kereta api Batavia yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan wilayah lain di Pulau Jawa.

Seiring berkembangnya aktivitas kota, halte sederhana tersebut kemudian berubah menjadi Stasiun Weltevreden pada 1884. Perannya semakin penting karena melayani mobilitas masyarakat, perdagangan, hingga pemerintahan kolonial.

Memasuki dekade 1930-an, bangunan stasiun kembali mengalami perubahan. Wajahnya diperbarui dengan gaya arsitektur Art Deco dan dikenal sebagai Batavia Koningsplein. Kawasan di sekitarnya pun berkembang menjadi pusat aktivitas publik sekaligus ruang kota yang ramai.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Gambir memiliki nilai sejarah yang istimewa karena tumbuh mengikuti perubahan Jakarta dari masa ke masa.

“Stasiun Gambir adalah ruang perjalanan yang menyimpan banyak lapisan sejarah. Dari halte kecil di kawasan Koningsplein, berkembang menjadi stasiun besar, lalu bertransformasi menjadi stasiun layang modern yang sampai hari ini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.

Transformasi Besar Menuju Era Modern

Setelah Indonesia merdeka, identitas kolonial perlahan ditinggalkan. Nama Gambir semakin dikenal sebagai stasiun utama di pusat ibu kota yang melayani perjalanan masyarakat dari berbagai latar belakang. Gambir menjadi titik keberangkatan, titik kepulangan, sekaligus tempat bertemunya berbagai kisah perjalanan.

Babak penting berikutnya dimulai pada akhir 1980-an melalui pembangunan jalur layang Manggarai–Jakarta Kota. Proyek tersebut menjadi salah satu tonggak modernisasi perkeretaapian nasional karena memisahkan jalur kereta dari lalu lintas jalan raya.

Puncaknya terjadi pada 5 Juni 1992, ketika bangunan baru Stasiun Gambir diresmikan sebagai stasiun layang dengan desain atap bergaya joglo dan warna hijau yang khas. Kehadiran jalur layang membuat perjalanan kereta api menjadi lebih lancar sekaligus membantu menata lalu lintas di pusat kota Jakarta.

Menurut Anne, perubahan tersebut menunjukkan bahwa stasiun bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga bagian penting dalam pembangunan kota.

“Transformasi Gambir menunjukkan bahwa stasiun selain tempat naik dan turun pelanggan, juga menjadi bagian dari cara kota menata mobilitas. Ketika layanan semakin mudah, perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, aktivitas ekonomi ikut terdorong, dan pusat kota semakin terhubung dengan berbagai daerah,” kata Anne.

Gerbang Perjalanan Indonesia yang Terus Berkembang

Memasuki era digital, Stasiun Gambir terus beradaptasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Kini Gambir difokuskan sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan kereta api jarak jauh yang melayani perjalanan menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Berbagai fasilitas modern turut melengkapi layanan, mulai dari pemesanan tiket melalui Access by KAI, check-in mandiri, ruang tunggu premium, Shower & Locker, Rail Transit Suite, area komersial, hingga pusat informasi pelanggan.

Kepercayaan masyarakat terhadap Gambir pun terus meningkat. Pada periode Januari–Mei 2026, total pelanggan naik dan turun mencapai 2.603.087 orang, meningkat 11,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rinciannya, sebanyak 1.342.160 pelanggan berangkat dari Gambir, sedangkan 1.260.927 pelanggan tiba di stasiun tersebut.

Anne mengatakan, berbagai pembaruan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi pelanggan.

“Bagi sebagian orang, Gambir adalah awal perjalanan kerja. Bagi yang lain, Gambir adalah jalan pulang ke keluarga. Ada juga yang datang untuk berwisata, menghadiri agenda penting, atau menjemput orang terdekat. Karena itu, KAI terus menjaga agar pengalaman pelanggan di Stasiun Gambir terasa aman, tertib, bersih, mudah dipahami, dan nyaman,” ujarnya.

Meski telah mengalami berbagai perubahan selama 155 tahun, fungsi utama Stasiun Gambir tidak pernah berubah. Dari halte kecil di era kolonial hingga menjadi gerbang utama perjalanan kereta api nasional, Gambir terus menghubungkan masyarakat dengan berbagai tujuan di seluruh Pulau Jawa.

“Gambir telah melewati banyak zaman, tetapi perannya tetap sama yaitu menghubungkan pelanggan dengan tujuan, keluarga, pekerjaan, dan harapan. KAI akan terus merawat nilai sejarahnya, memperkuat layanannya, dan menjaga Gambir sebagai gerbang perjalanan yang membanggakan bagi Indonesia,” tutup Anne.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.