Ditulis oleh Harun Rasyid •
KABARBURSA.COM – PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) melihat ekonomi syariah di dalam negeri terus bertumbuh karena permintaan terhadap produk dan layanan berbasis halal yang merambah di sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, hingga layanan berbasis komunitas.
Maybank Indonesia menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah nasional, baik dari sisi hubungan antar sektor yang belum optimal dan akses pembiayaan yang belum merata.
Oleh sebab itu, Maybank Indonesia, melalui Unit Usaha Syariah (UUS) coba menjawab persoalan tersebut dengan mengusung pendekatan terintegrasi dalam membangun ekosistem halal.
Dalam upaya tersebut, Maybank Indonesia memandang bahwa peran bank kini tidak hanya sebatas menawarkan produk keuangan, tetapi sebagai penghubung berbagai elemen dalam rantai nilai ekonomi syariah.
Bank asal Malaysia ini mulai menghadirkan pembiayaan yang menyasar institusi hingga mendukung pengembangan ekosistem secara menyeluruh, seperti pengadaan sarana prasarana, kebutuhan operasional, hingga ekspansi usaha.
Selain itu, BNII juga menyediakan layanan pengelolaan payroll karyawan, transaksi operasional harian, investasi, hingga pembiayaan bagi karyawan, keluarga, dan individu dalam suatu komunitas.
Bagi perusahaan, skema ini memungkinkan institusi kesehatan memiliki sistem keuangan terintegrasi guna menjaga keberlanjutan operasional.
Pendekatan tersebut menandai pergeseran peran perbankan syariah dari sekadar penyedia produk menjadi enabler yang mendorong konektivitas dan efisiensi dalam ekosistem halal.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari menyatakan, strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan.
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya lewat keterangan resmi, Jumat, 17 April 2026.
Ekspansi ke Pendidikan hingga F&B
Tidak berhenti di sektor kesehatan, Maybank Indonesia juga memperluas pendekatan serupa ke sektor pendidikan, food and beverage (F&B), hingga layanan berbasis komunitas. Hal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar sektor dalam ekosistem ekonomi syariah.
Menurut Romy, integrasi layanan keuangan dengan aktivitas ekonomi riil bakal meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya adaptasi ekosistem terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
Inisiatif bank asal Malaysia tersebut diklaim sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), khususnya dalam mendorong dampak sosial melalui penguatan sektor esensial.
Di sisi lain, pengembangan ekosistem halal turut membuka peluang lebih luas bagi UMKM sebagai bagian penting dalam rantai nilai ekonomi syariah.
“Penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi pemimpin global dalam perbankan syariah serta menjalankan misi Humanising Financial Services,” tutup Romy.(*)





Comments are closed.