Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Dividen Jumbo Dorong Saham MTEL, Naik 8,43 Persen

Dividen Jumbo Dorong Saham MTEL, Naik 8,43 Persen

dividen-jumbo-dorong-saham-mtel,-naik-8,43-persen
Dividen Jumbo Dorong Saham MTEL, Naik 8,43 Persen
service

KABARBURSA.COM – Keputusan pemegang saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membagikan hampir seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen mendapat disambut positif dari pelaku pasar. 

Di tengah tekanan yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 3,05 persen pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, saham MTEL justru ditutup menguat 8,43 persen ke level Rp540 per saham.

Penguatan tersebut terjadi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MTEL menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau sekitar 98 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan keputusan itu, pemegang saham berhak menerima dividen sebesar Rp25,6 per saham.

Pergerakan saham tersebut mencerminkan perhatian investor terhadap kebijakan pembagian dividen, terutama ketika pasar saham masih dibayangi volatilitas dan ketidakpastian global.

Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi, menilai kenaikan harga saham MTEL merupakan bentuk apresiasi pasar terhadap keputusan perseroan membagikan hampir seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham.

“Yield dividen MTEL masih sangat atraktif meskipun harga sahamnya sudah naik cukup signifikan. Pada harga penutupan terbaru, dividend yield masih berada di kisaran 4,7 persen,” ujar Yosua dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut dia, tingkat dividend yield tersebut tetap menarik bagi investor, khususnya ketika kondisi pasar saham domestik masih berada dalam tekanan.

“Yield jelas atraktif karena equity market tercermin dari IHSG saat ini secara year-to-date turun signifikan. Dividen juga menjadi sumber cash flow bagi investor,” kata Yosua.

Ia menambahkan, sentimen pembagian dividen masih berpotensi menjadi katalis positif bagi saham MTEL dalam jangka pendek selama volatilitas pasar masih berlangsung.

Fundamental Dinilai Tetap Kuat

Di luar sentimen dividen, Yosua menilai prospek jangka panjang MTEL tetap ditopang oleh fundamental perusahaan. Investor, menurutnya, akan mencermati kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kondisi keuangan yang sehat.

Ia mengatakan kebijakan membagikan hampir seluruh laba tidak mengurangi ruang ekspansi perusahaan. MTEL masih memiliki struktur permodalan yang solid dengan rasio debt-to-equity (DER) sekitar 0,56 kali, yang termasuk rendah di industri menara telekomunikasi.

Selain itu, hingga kuartal I 2026 perusahaan membukukan recurring free cash flow sebesar Rp5,7 triliun. Posisi tersebut dinilai memberikan kapasitas pendanaan internal yang memadai untuk mendukung belanja modal maupun peluang akuisisi ke depan.

Likuiditas MTEL juga tetap terjaga. Per akhir kuartal I 2026, kas dan setara kas perseroan mencapai Rp2,8 triliun sehingga fleksibilitas keuangannya dinilai masih kuat meskipun membagikan dividen dalam jumlah besar.

Yosua menyimpulkan kombinasi dividend yield yang menarik, neraca keuangan yang sehat, kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat, serta peluang ekspansi yang masih terbuka membuat prospek investasi MTEL tetap menarik.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST MTEL juga memberikan persetujuan atas rencana merger dua anak usaha, yakni PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) dan PT Persada Sokka Tama (PST).

Aksi korporasi tersebut diharapkan memperkuat skala usaha sekaligus memperluas portofolio infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki perseroan.

Dalam jangka pendek, sentimen pembagian dividen diperkirakan masih menjadi pendorong utama pergerakan saham MTEL. Sementara itu, dalam jangka panjang, perhatian investor diperkirakan akan tertuju pada konsistensi pertumbuhan fundamental serta realisasi strategi ekspansi perusahaan.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.