Arina.id – Perjalanan Jemaah haji menuju Makkah bukan sekadar perpindahan fisik dari satu negeri ke negeri lain. Bagi setiap jamaah haji dan umrah, langkah menuju Tanah Haram adalah perjalanan ruhani dan spiritual untuk menjadi tamu Allah SWT.
Untuk memaksimalkan perjalanan haji, Islam mengajarkan berbagai doa yang dibaca seperti ketika memasuki Makkah, memasuki masjid, hingga saat pertama kali memandang Ka’bah. Doa-doa ini tertulis dalam Buku Doa Dan Zikir Manasik Haji Dan Umrah Kementerian Agama RI tahun 2025.
Ketika seorang jemaah mulai memasuki kawasan Tanah Haram sebelum gerbang Makkah, dianjurkan membaca doa sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin:
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِي وَدَمِي وَشَعْرِي وَبَشَرِي عَلَى النَّارِ وَأَمِنَيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka haramkanlah daging, darah, rambut, dan kulitku dari api neraka. Selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang dekat dan taat kepada-Mu.”
Selain itu, terdapat doa lain yang juga dianjurkan dibaca ketika memasuki Makkah:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مَنَايَانَا بِهَا حَتَّى تُخْرِجَنَا مِنْهَا
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kematian kami di tempat ini sampai Engkau mengeluarkan kami darinya.”
Kemudian ketika memasuki masjid, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Sedangkan saat keluar masjid dianjurkan membaca doa:
رَبِّ افْتَحْ لِي بَابَ فَضْلِكَ
Artinya: “Ya Tuhanku, bukakanlah bagiku pintu keutamaan-Mu.”
Ketika kaki mulai melangkah memasuki Masjidil Haram dianjurkan membaca doa:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ يَاذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan dan dari-Mulah keselamatan. Hidupkanlah kami dengan keselamatan dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri keselamatan.”
Dalam Masjidil Haram terdapat bangunan yang menjadi kiblat umat Islam yakni Ka’bah. Ketika pertama kali melihat Ka’bah, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membaca doa:
اللَّهُم زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَمَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Bait ini. Dan tambahkan pula bagi orang-orang yang memuliakan dan mengagungkannya, baik yang berhaji maupun berumrah, dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”
Saat melaksanakan thawaf yakni mengelilingi Ka’bah, Jemaah akan melintasi Maqam Ibrahim. Jemaah dianjurkan membaca firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 80–81:
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا ٨٠ وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُۖ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ٨١
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku). Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.”
Ayat ini juga dibaca Rasulullah SAW ketika memasuki Makkah pada peristiwa Fathu Makkah. Saat itu, Nabi menghancurkan ratusan berhala di sekitar Ka’bah sebagai simbol kemenangan tauhid atas kebatilan.
Seluruh doa tersebut mengajarkan bahwa ibadah haji dan umrah bukan hanya perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan hati menuju ketakwaan. Setiap langkah di Tanah Haram hendaknya dipenuhi dzikir, doa, dan kesadaran bahwa seorang hamba sedang berada di tempat paling mulia di muka bumi.
Maka siapa pun yang diberi kesempatan menjadi tamu Allah di Makkah, hendaknya memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.





Comments are closed.